×
Ad

12TB Data Steam Bocor, Ada Game Half-Life yang Batal Rilis

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 01 Sep 2026 06:45 WIB
12TB Data Steam Bocor, Ada Game Half-Life yang Batal Rilis Foto: dok. Shutterstock
Jakarta -

Sejumlah besar data Steam, dengan total ukuran lebih dari 12TB, bocor di internet. Isinya adalah game dan aset yang diterbitkan di Steam antara tahun 2003 hingga 2013.

Game yang bocor mencakup versi beta dan yang sudah sepenuhnya selesai, termasuk game franchise buatan Valve sendiri seperti Half-Life, Left 4 Dead, dan Portal.

Bocoran ini juga mencakup judul game dari developer pihak ketiga. Versi awal game dari franchise Call of Duty dan Resident Evil ditemukan, begitu juga versi awal dari game Mirror's Edge, Batman Arkham: Asylum, dan Dragon Age: Origins.

Saking besarnya informasi yang bocor, banyak yang masih menguliti datanya secara detail. Namun, sejauh ini para detektif di internet sudah berhasil mengungkap game buatan Valve yang batal dirilis karena satu dan lain hal.

Salah satunya dalah game F-Stop, yang menampilkan gameplay seputar kamera yang dapat memanipulasi objek di dunia nyata. Ada juga petunjuk soal game Half-Life 2: Episode 3 yang seharusnya menjadi game terakhir dalam franchise ini tapi kemudian dibatalkan.

Ada juga yang menemukan konten yang dihapus dari game Portal 2. Sejumlah postingan di media sosial ramai membahas kebocoran data ini, tapi Valve belum memberikan pernyataan resmi.

Alasan mengapa konten yang bocor kali ini berhenti pada tahun 2013 karena saat itu Valve memperbarui sistem distribusi kontennya dari Steam2 ke sistem SteamPipe saat ini.

Versi awal beberapa game yang dapat diakses publik yang dirilis sebelum transisi SteamPipe ini dianggap sebagai konten yang hilang arsiparis game, tidak dapat diakses oleh Valve dan hanya tersedia sebagai download lokal. Namun, tidak semua konten itu hilang sepenuhnya seperti banyak orang kira.

Menurut pengguna X Gabe Follower, semua data Steam yang bocor ini diperoleh lewat endpoint yang dapat diakses secara publik. Streamer dan analis Scolcer juga mengatakan data ini diperoleh dari website yang sepenuhnya dapat diakses oleh publik.

"File itu tersedia untuk diunduh siapa saja. Tanpa password. Tanpa perlindungan apa pun. Tersembunyi di tempat yang mudah terlihat, tapi tanpa perlindungan sama sekali," kata Scolcer, seperti dikutip dari ArsTechnica, Selasa (1/9/2026).



Simak Video "Video: TikTok Luncurkan Feeds Khusus Konten Pembelajaran STEM"

(vmp/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork