Ribuan Developer Tunda Rilis Game karena COVID-19

Ribuan Developer Tunda Rilis Game karena COVID-19

Panji Saputro - detikInet
Senin, 03 Mei 2021 09:35 WIB
Ilustrasi main game mobile
44% Developer Menunda Game Mereka Karena Covid-19 (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Pandemi yang masih berlanjut hingga tahun ini, memberikan dampak yang buruk kepada jadwal perilisan game. Sebanyak 44% developer menunda game mereka lantaran pandemi COVID-19.

Demikian diungkap dalam riset terbaru yang dilakukan oleh Game Developers Conference (GDC). Sebanyak 3.000 developer yang disurvei dalam penelitian ini.

Riset GDC turut membeberkan sebanyak 49% developer mereka belum menunda perilisan game mereka. Sementara 7% sisanya tidak memiliki proyek game pada saat menjalani survey, dikutip detikINET dari Games Industry, Senin (1/5/2021)

Dalam survey yang dilakukan oleh GDC tahun lalu, 33% responden mengatakan permainan mereka telah ditunda. Ini berarti jumlah persentase telah meningkat dari tahun sebelumnya mencapai 44% hingga tahun ini.

Meskipun mengalami penundaan, banyak developer yang merasa dirinya lebih efektif ketika bekerja di rumah. Saat ditanya bagaimana kerja jarak jauh, 35% mengatakan bahwa kinerja mereka meningkatkan kreativitas dan menjadi lebih produktif.

Kemudian 32% mengatakan tidak mengalami banyak perubahan, sementara 32% lainnya mengatakan kreativitas dan produktivitas mereka sangat menurun.

Sementara ini, pekerjaan yang dilakukan developer di rumah, menjadi pilihan yang tepat bagi beberapa di antara mereka. Namun bukan berarti menjadi cara yang terbaik bagi para developer karena tidak semua merasakan dampak positif dari bekerja di rumah.

Suvery tersebut juga mencakup sejumlah tren lain di industri game yang telah unggul selama tahun 2020, termasuk layanan Xbox Game Pass dan PlayStation Plus. Secara keseluruhan, sepertinya tahun 2020 telah melakukan banyak perubahan terhadap proses para developer dalam mengembangkan game.



Simak Video "Brasil Terdampak Parah Akibat Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/afr)