Senin, 27 Jan 2020 18:59 WIB

Antara Jokowi, eSport dan Piala Presiden

Adi Fida Rahman - detikInet
Presiden Jokowi mendukung eSport (ABC Australia)
Jakarta -

Jokowi tampaknya begitu jatuh hati dengan eSport. Sampai-sampai dirinya minta dibuatkan turnamen eSport tingkat nasional.

Demikian diungkap Presiden Indonesia eSports Premier League (IEPL) Giring Ganesha Djumaryo saat menceritakan asal muasal digelarnya Piala Presiden.

Keinginan Jokowi itu kemudian diutarakan ke Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang kala itu masih dijabat Triawan Munaf. Triawan kemudian meminta IESPL menghelat pertandingan eSport tingkat nasional.

Maka, diselenggarakan Piala Presiden eSports pada Mei 2019. Hanya satu game yang dipertandingkan, yakni Mobile Legends waktu itu. Tercatat ada 18 ribu gamer yang mengikuti kualifikasi. Namun, hanya 16 tim eSport yang bersaing menjadi terbaik di putaran final.

"Begitu sukses saya lapor ke Bekraf, Kepala Staf Presiden (KSP), Kominfo dan Kemenpora. Pak Muldoko malah meminta agar IESPL menggelar kembali Piala Presiden eSports," ujar Giring.

Muldoko, kata Giring, ingin turnamen tersebut digelar sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Tujuannya agar turnamen tersebut jadi alat pemersatu bangsa setelah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden digelar.

Hanya saja, keinginan itu belum bisa diwujudkan. Sebabnya tidak memungkinkan untuk menggelar turnamen skala besar dalam jarak waktu berdekatan. Tapi, bukan berarti Piala Presiden tamat riwayatnya. Pemerintah kembali menggelar turnamen eSport di 2020 ini.

Giring ditunjuk sebagai ketua pelaksananya. Piala Presiden eSport pun dibuat lebih besar, skalanya tidak hanya nasional tapi mencakup Asia Tenggara.

"Akan ada atlet eSport dari Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, Singapura dan Malaysia," kata mantan vokalis band Nidji ini.

Jumlah game yang dipertandingkan pun bertambah. Ada Free Fire, PES 2020, Fruit Dart dan game lokal yang akan segera diumumkan.

Tak disangka, antusiasme Piala Presiden 2020 lebih tinggi. Jumlah peserta meningkat drastis, catatan IESPL ada 177 ribu atlet eSports yang mengikuti klasifikasi.

"Ini meningkat 10 kali lipat dari penyelenggaraan tahun lalu," klaim Giring.

Kendati Piala Presiden eSports terus meningkat, Giring berharap pemerintah terus berinvestasi di pengembangan eSport dan industri game Tanah Air. Sebab, dia yakin ke depan potensinya bertambah besar.

"Bila terus berinvestasi, eSport dan game lokal akan mendunia. Ini akan memberikan devisa baru untuk Indonesia," pungkas Giring.

Antara Jokowi, eSport dan Piala Presiden


Simak Video "Indonesia Akan Punya Training Center Khusus eSports"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)