Senin, 30 Sep 2019 19:40 WIB

Telkomsel Terjun Jadi Publisher Game

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Angga Laraspati/detikcom Foto: Angga Laraspati/detikcom
Jakarta - Tak mau sekadar jadi operator seluler, Telkomsel terjun sebagai publisher game. ShellFire dan Lord of Estera menjadi game pertama yang mereka edarkan.

GM Games and Apps Division Telkomsel Auliya Ilman Fadli menjelaskan, kalau pihaknya hanya fokus pada bandwidth dan koneksi, maka tidak banyak keuntungan yang didapat. Sebab, yang mendapati keuntungan lebih pada developer dan publisher.

"Margin pendapatan kami semakin tergerus, karena banyak kompetitor, harga data juga semakin rendah. Kami melihat game ada potensi lain," kata Auliya saat ditemui usai peluncuran game Lord of Estra di Telkomsel Smart Office, Jakarta, Senin (30/9/2019).



Dibandingkan streaming video, layanan game memang tidak memberi keuntungan banyak, sebab penggunaan data kecil. Paling besar hanya saat mendownload game, setelahnya saat dimainkan dalam satu jam kuota terpakai hanya 20-30 MB.

Itu sebabnya, Telkomsel mengambil potensi lain sebagai publisher yang memberikan keuntungan lebih. Pasalnya, saat game tersebut diedarkan pihak publisher mendapat margin 60%, sisanya dibagi payment gateway dan distributor.

"Kenapa publisher persentasenya besar? Karena mereka effortnya juga besar. Publisher harus mikirin pemasaran hingga membentuk komunitasnya," jelas Auliya.

Setelah menjadi publisher, Telkomsel akan makin gencar merilis game. Tahun ini, selain Lord of Estera akan ada satu judul lagi yang akan dirilis.

Di 2020 mereka akan berlari kencang. Enam judul game bakal mereka lempar ke pasaran.

"Tahun lalu kami masih belajar jadi publisher. Tahun depan minimal enam judul dirilis, 25-30% game lokal," terang Auliya.

Telkomsel Terjun Jadi Publisher GameGM Games and Apps Division Telkomsel Auliya Ilman Fadli. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Potensi Besar


Telkomsel mulai nyemplung di industri game dengan menghadirkan Dunia Games yang awalnya adalah portal komunitas.

Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menjual voucher game. Lalu mereka terjun menjadi peyelenggara event eSport dan terakhir publisher game.

"Kami akan memperkuat empat pilar bisnis itu. Kami berusaha membawa Dunia Games ke pasar lebih luas, ASEAN dan internasional,' kata Aulia.

Sangat percaya diri memang tapi cukup dimaklumi melihat adanya potensi yang begitu besar di industri game itu sendiri. Menurut situs NewZoo, ada ada 90-100 juta orang yang bermain game, ini artinya, hampir separuh populasi Indonesia.

Telkomsel saat ini punya 168 juta pelanggan. Sebanyak 60 juta aktif bermain game, baik casual maupun hard. Dan setiap tahunnya ada kenaikan 10%.

"Kami memproyeksikan tahun depan bisa menambah 77 juta orang lagi. Game-game dari luar banyak datang ke Indonesia dan melakukan promosi. Pelanggan yang sebelumnya nggak main jadi ikutan," beber Auliya.



Dunia Games sendiri, saat ini sudah punya 9 juta pengakses tiap bulannya. Menariknya, sebanyak 1 juta pengakses berasal dari luar negeri.

"Itu potensi yang perlu kami garap," pungkas pria berkacamata itu.

Simak Video "Ini Alasan Telkomsel Jadi Publisher Game"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)