Selasa, 27 Agu 2019 18:00 WIB

Jago PUBG Mobile? Siap-siap Ikut Kompetisinya di IDBYTE 2019

Josina - detikInet
Foto: Josina/detikINET Foto: Josina/detikINET
Jakarta - Industri esport di Indonesia dinilai memiliki fenomena global dan juga pertumbuhannya yang sangat pesat. Dikatakan Chairman IDBYTE Esports 2019 Shinta Dhanuwardoyo, angka pertumbuhannya mencapai 38%.

Fakta ini disampaikan Shinta dalam konferensi pers di Gedung Kominfo, Jakarta, Selasa (27/8/2019). Dia juga menjelaskan hasil riset menurut Newzoo sebuah lembaga riset milik Nielsen, sejak 2017 Indonesia telah menjadi pasar esports terbesar di Asia Tenggara dan menempati urutan ke-16 dunia sebagai negara yang memiliki pendapatan tertinggi di industri ini, yakni mencapai USD 880 juta.

Selain itu, saat ini tercatat ada 43,7 juta gamer di Indonesia yang jumlahnya diprediksi akan terus tumbuh. Hal inilah yang mendorong BUBU.com untuk kembali menggelar IDBYTE 2019 yang juga mengetengahkan turnamen eSport bertajuk BUBU Esports Tournament (B.E.S.T.) dengan tagline Gaming for Change.




Untuk turnamen kali ini, B.E.S.T akan membuat pertandingan dari salah satu game mobile yang populer di Indonesia yakni PUBG Mobile, mengingat game ini memiliki komunitas yang besar di Indonesia.

Kompetisi ini merupakan kerja sama dengan Tencent Games dan didukung oleh IESPA, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO), serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA).

Turnamen ini tak hanya ditujukan untuk pemain pria, B.E.S.T juga mengadakan turnamen untuk gamer wanita. Menurut Shinta, ajang ini menjadi salah satu tujuan untuk menyetarakan gender di industri game.

Ia menjelaskan, hadirnya wanita di sebuah turnamen esport belum pernah diadakan oleh pihak penyelenggara kompetisi esports sebelumnya. Meskipun ada, terdapat kesenjangan yang signifikan antara pemain pria dan wanita baik jumlah hadiah hingga fasilitas yang diberikan.

"Yang membedakan kita dengan turnamen lainnya adalah kita yang pertama mengangkat untuk kaum perempuan juga. Kita ingin memberikan plaftorm bagi wanita untuk bisa turut bertanding di dunia game. Jadi laki-laki dan perempuan kita samakan dari bermain hingga jumlah hadiahnya," ujarnya.

Hadiah yang diberikan pada turnamen ini untuk pemain wanita adalah Rp 290 juta, nominal yang sama yang akan diberikan kepada pemenang dari tim pria. Jika ditotal hadiah pada turnamen tahun ini mencapai Rp 750 juta.

"Kita ingin mengangkat isu kesetaraan gender, karena selama hadiah untuk pemenang tim pria dan wanita selalu berbeda, misal tim pria mendapatkan Rp 1 miliar tapi wanitanya cuma 25 juta. Namun di sini hadiahnya sama-sama Rp 290 juta juga," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara juga turut hadir dalam acara konferensi pers. Ia menyatakan dukungannya terhadap event ini dan juga mengungkapkan jika ekosistem esport sekarang ini sudah sangat berkembang pesat.

"Harus didukung sedini mungkin agar Indonesia menjadi negara terkemuka di industri ini. Khususnya untuk anak-anak Indonesia untuk dapat berprestasi di esports," ujar Rudiantara.




Rudiantara juga menambahkan akan mendukung dengan menyediakan infrastruktur dan ekosistem yang dapat menunjang perkembangan esports di Indonesia.

IDByte 2019 dan B.E.S.T. akan digelar di ICE BSD pada tanggal 13-14 September 2019 yang akan dihadiri Kevin Lin, COO & Co-Founder Twitch, Allan Phang, Head of Esports Airasia, Shigenori Araki, Head of Esports Capcom, Alodia Gosiengfiao, dan pembicara lainnya.




Simak Video "Ini Nih Tampilan Nintendo Switch Lite yang Lebih Kecil dan Praktis"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com