Kamis, 18 Jan 2018 06:47 WIB

Orangtua Ini Suruh Anaknya Berhenti Sekolah demi Game

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Kebanyakan orangtua pasti melarang anaknya bermain game dan menyuruh untuk fokus mengenyam pendidikan. Namun, orangtua yang satu ini sedikit lain dari biasanya.

Ketimbang menyuruhnya untuk mengejar pendidikan, orangtua dari gamer Overwatch bernama Lucas 'Mendokusaii' Hakansson ini justru menyuruhnya berhenti dari sekolah. Alasannya cukup sederhana, sang ayah ingin agar Hakansson fokus dan konsentrasi menjadi seorang gamer profesional.

Suatu hari, menurut Hakansson, sang ayah bernama Henrik bertemu dengan pihak administrasi sekolah. "Ia tidak menanyakanku. Ia tidak memberitahuku. Ia datang ke rumah dan berkata, 'kamu tidak istirahat setahun, kamu hanya keluar dari sekolah'," ujar Hakansoon menirukan pertkataan sang ayah.

Bagi Hakansson, perkataan sang ayah amatlah membuatnya ia terkejut, tapi bukan hal yang tidak menyenangkan juga. Sekolah bukanlah hal yang ia pikirkan.

Sebagai seorang bocah, ia berjuang dengan perasaan depresi dan perasaan cemas. Tak peduli berapa kali ia mencoba untuk mencari jalan keluar, ia tak pernah bisa menemukan solusi yang cocok.

Ia pernah mengalami ketinggalan kelas. Ia pun tidak begitu peduli dengan olahraga. Satu-satunya yang ia sukses hadapi adalah video game seperti Counter-Strike dan perasaan memperbaiki diri yang nyata hanya ia temukan di sana.

"Untuk beberapa saat, ia (ayahnya) berpikir seperti, 'aku rasa kamu kecanduan video game. Game membuat kekerasan. Kamu bisa kecanduan World of Warcraft dan ada pria di Korea yang mati gara-gara bermain'," ujar Hakansson.

Namun, kini pandangan sang ayah terhadap dirinya berubah. Ia malah menyuruhnya untuk serius menekuni game.

"Ia berkata bahwa ia tidak ingin aku bermain-main dan berlatih untuk bisa masuk ke liga besar. Jika itu tidak berhasil, aku harus kembali ke sekolah. Ia ingin aku fokus ke game dan mengejar mimpiku," ungkapnya seperti dikutip detikINET dari Kotaku, Kamis (18/1/2018). (mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed