Bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Indonesia memiliki gamer bertalenta yang tak kalah hebat. Beberapa bahkan sudah menjelma menjadi gamer profesional yang sudah malang melintang di berbagai turnamen internasional dan keluar sebagai pemenang.
Hanya saja, modal kemampuan tidak cukup kuat bagi Intel dan ESL untuk menggelar IEM di Indonesia. Ketimbang menimbun gamer yang bertalenta, faktor utama negara sebagai tempat penyelenggaraan IEM tak lain adalah bagaimana negara tersebut berkontribusi besar terhadap penjualan produk Intel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, walau tidak diadakan di Indonesia, masyarakat Indonesia khususnya gamer masih tetap bisa menyaksikan secara live melalui streaming di beberapa channel, seperti salah satunya Twitch. Selain itu, Intel juga membuka kesempatan bagi gamer di Indonesia yang mungkin bisa ikut andil berpartisipasi dalam perayaan IEM tiap musimnya.
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan |
"Walau begitu, saya pribadi juga berharap apabila ke depannya, tak hanya Indonesia, tapi di sejumlah negara bisa menggelar IEM. Bisa saja kami menggelar event kualifikasi atau yang lainnya," tutur George.
Bicara kontribusi penjualan, sayang George enggan mengatakan posisi berapa dan berapa pangsa pasar yang diraih Indonesia khususnya untuk kawasan Asia Tenggara. George hanya menyebut bahwa di Asia, Korea Selatan dan Taiwan menjadi dua negara dengan penjualan terbesar.
IEM sendiri saat ini sudah masuk di perhentian ketiga di musim ke-11 yang digelar di Gyeonggi, Korea Selatan. Di negara ini, untuk yang pertama sejak delapan tahun terakhir IEM kembali diadakan di Negeri Gingseng ini.
IEM Gyeonggi 2016 menghadirkan puluhan peserta yang bertarung dalam tiga kategori game, yakni League of Legends, Starcraft 2, dan Overwatch. Puluhan gamer ini akan bertarung memperebutkan total hadiah senilai USD 235 ribu atau Rp 3,1 miliar selama tiga hari, yakni 16 sampai 18 Desember 2016. (mag/rou)
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan