Senin, 09 Mei 2016 14:32 WIB

Trailer Call of Duty: Infinite Warfare Dibenci

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: internet Foto: internet
Jakarta - Satu hal yang menjadi tujuan utama developer dan pubsliher ketika merilis trailer game terbaru mereka adalah untuk mendapatkan feedback dari penggemar.

Inilah yang sebenarnya diharapkan Activision dan Infinity Ward ketika merilis trailer Call of Duty: Infinite Warfare. Namun kenyataan yang terjadi, di luar harapan. Alih-alih mendapat feedback positif, mereka malah dicecar gamer.

Tepat pada 2 Mei 2016 lalu, Activision dengan bangga merilis trailer official dari Call of Duty: Infinite Warfare yang diunggah melalui YouTube. Hingga saat detikINET membukanya, saat ini trailer tersebut telah meraih viewer sebanyak 13,4 juta.

Angka yang fantastis untuk ukuran trailer game baru, apalagi trailer tersebut baru berumur sekitar satu minggu. Meski jumlah viewer yang didapat sangat banyak, yang perlu dicatat di sini adalah feedback dari penonton yang sayangnya lebih banyak negatif ketimbang positif.

Dari jumlah 13,4 juta viewer tadi, video trailer ini hanya mendapatkan like sebanyak 252.322 like. Jumlah perolehan like tadi parahnya berbanding jauh dengan jumlah dislike yang mencapai 1 juta.

Saking banyaknya perolehan dislike yang didapat, Forbes bahkan menyebut trailer Call of Duty: Infinite Warfare sebagai trailer game dengan jumlah dislike terbanyak selama ini.

Lalu apa yang menyebabkan gamer tidak menyukai trailer perdana Call of Duty: Infinite Warfare? Usut punya usut, penyebabnya tak lain karena Call of Duty: Infinite Warfare memiliki setting perang yang semakin futuristik dibanding seri-seri sebelumnya.

Entah mengapa, setting perang futuristik dianggap keluar dari akar waralaba Call of Duty dan terkesan berlebihan. Bukannya tidak menyadari situasi yang tidak mengenakkan, CEO Activision Eric Hirshberg pun mengutarakan pendapatnya terkait feedback negatif dari trailer gamenya.

"Kami telah melihat hal seperti ini pada waralaba sebelumnya. Pengumuman trailer untuk Black Ops II, dimana menempatkan waralaba pada setting masa depan untuk pertama kalinya, punya jumlah dislike terbanyak dari semua trailer yang pernah kami buat. Dan itu, tentu saja, menjadi game tersukses kami," papar Hirshberg dalam rapat hasil pendapatan Activision dikutip detikINET dari PlayStation Life Style, Senin (9/5/2016).

Memang, bila dibandingkan dengan trailer beberapa judul Call of Duty sebelumnya, Call of Duty: Infinite Warfare menjadi trailer terburuk yang memperoleh dislike terbanyak.

Sebagai perbandingan, Call of Duty: Black Ops III memiliki jumlah like 339 ribu dan dislike 98 ribu, Call of Duty: Advanced Warfare berada di angka 221 ribu like dan 50 ribu dislike, sedangkan Call of Duty: Ghost memiliki jumlah like 143 ribu dan 19 ribuk dislike.


(mag/ash)