Bagaimana tidak? Gara-gara kegilaan terhadap game online, pernikahan yang sedianya digelar terpaksa dibatalkan karena mempelai prianya lupa untuk pergi ke gereja untuk melakukan sakramen pernikahan. Duh!
Altar sudah dirangkai dengan indah, pendeta sudah menunggu, tamu-tamu pun tampak hadir memenuhi gereja. Namun mempelai wanita terpaksa menahan malu, karena calon suaminya tak kunjung datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengantin wanita, sang pacar memang sudah lama menderita kecanduan game online seperti DOTA 2, tetapi dia masih berharap pujaan hatinya mau berhenti dan memilih hidup normal.
Sayang sungguh disayang, pria ini terpaksa menghancurkan janjinya untuk berhenti bermain game sehari sebelum pernikahan.
Keluarga si wanita bersama ayahnya pun menyambangi tempat si calon menantu bermain dan nyaris terjadi keributan besar andai tak dilerai.
Predikat menantu yang sudah di depan mata pun lenyap begitu saja, karena si calon pengantin pria terpaksa masuk ke panti rehabilitasi kecanduan game. Sementara si wanita bersikap tegas untuk mencampakkannya.
"Tapi aku tahu, dia akan memberi saya kesempatan kedua setelah rehabilitasi," yakin si pria itu, seperti dilansir dari Altervista, Kamis (8/1/2015).
(tyo/ash)