Seri game Grand Theft Auto (GTA) telah menjadi fenomena di jagat game. Tak hanya karena penjualannya yang sangat tinggi tapi juga karena masalah yang disebabkan oleh game besutan Rockstar itu. Bahkan tak sedikit gamer yang harus dibui atau pun meregang nyawa akibat game tersebut.
Dengan gameplay yang 'rusuh' dan cenderung kasar, seri game GTA memang punya daya tarik tersendiri yang membuatnya disukai jutaan gamer. Ditambah lagi Rockstar juga membuat dunia permainan seperti aslinya. Jadi tak cuma dari sisi tampilan, suasana dalam lingkungan permainannya juga dibuat seakan-akan seperti di dunia nyata.
Sayangnya hal itu malah berbuah negatif bagi beberapa gamer yang memainkannya. Sejumlah gamer dilaporkan terpaksa masuk bui karena meniru adegan yang bisa dilakukan karakter dalam game GTA. Ada juga orangtua yang sampai meminta bantuan polisi untuk menghentikan anaknya bermain GTA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Masuk Bui karena Tiru Adegan GTA
|
gta v (rockstar)
|
Saat melakukan aksinya ketiga remaja tersebut sedang dalam keadaan mabuk. Dan entah sadar atau tidak, mereka mencoba meniru salah satu adegan perampokan dalam game GTA.
"Game itu (GTA-red) memang sudah sangat dikenal, dan ini adalah pertama kalinya saya mendengar sebuah perampokan yang didasari oleh game tersebut," kata Paul Rice, hakim yang menangani kasus perampokan itu.
Seperti dikutip detikINET dari Abc News, kini ketiga remaja tersebut harus menanggung perbuatannya. Scott dibui selama 4 tahun 11 bulan, sedangkan kedua rekannya ada yang dipenjara 1 bulan dan diberikan hukuman percobaan.
2. Ayah Dipenjara karena Paksa Anak Main GTA
|
ilustrasi (ist)
|
Dikutip dari MSN Japan, tersangka bernama Maasa Kawabata, diketahui memaksa bocah lelaki berusia 9 tahun. Belakangan diketahui bahwa bocah ini rupanya adalah anaknya sendiri.
Pria 28 tahun ini dengan teganya menyuruh si anak memainkan GTA IV selama tiga minggu berturut-turut, selama dua hingga tiga jam. Ibu si bocah tidak mengetahuinya, karena aksi ini dilakukan saat ibunya pergi.
"Saya tidak memaksa dia memainkannya," sangkalnya.
Alasan penangkapan Kawabata sendiri adalah karena di Jepang, Computer Entertainment Rating Organization di sana melabeli GTA IV dengan rating 'Z'. Artinya, game ini hanya boleh dimainkan oleh gamer berusia 18 tahun ke atas.
Menurut media setempat, Kawabata kerap menghina anaknya bodoh dan idiot. Bahkan ketika sang istri yang dinikahi pada 2012 itu tak di rumah, Kawabata sering mengatakan kepada anaknya tersebut bahwa dia harusnya mati.
April 2013, si anak mengeluh sakit kepala dan nyeri di perut. Sang ibu membawanya ke dokter. Hasil diagnosa menyebutkan, bocah lelaki itu mengalami dysautonomia karena stres bermain game. Tanpa pikir panjang, si ibu pun melaporkan suaminya ke polisi.
3. Ditikam Demi Keping Game GTA
|
gta v (rockstar)
|
Kejadian itu terjadi di Inggris, tepatnya di supermarket Asda yang terletak di Colindale, sebelah barat London. Kejadian ini beberapa jam setelah penjualan perdana GTA V dibuka.
"Barang-barang yang ia beli telah dirampok, termasuk kepingan game GTA V," kata juru bicara kepolisian London. Sebagaimana dikutip detikINET dari Telegraph.
Polisi memperkirakan bahwa pelaku tidak sendiri. Sejumlah saksi pun dikumpulkan untuk menemukan pihak yang harus bertanggung jawab. Setiap keping game ini dibanderol sekitar USD 60.
Sistem permainannya yang memperlihatkan banyak kekerasan memang kerap menjadi bahan kontoversi. Pun begitu, game ini tetap laris dan diprediksi mampu terjual sebanyak 25 juta kopi di tahun pertama penjualannya.
4. Tiru GTA, Cucu Tembak Nenek
|
gta v (rockstar)
|
Seorang bocah berusia 8 tahun dari Lousiana yang tak disebutkan namanya, menembak kepala neneknya sendiri, Marie Smothers (90), setelah bermain salah satu video game yang memang dikenal sering menampilkan adegan kekerasan, Grand Theft Auto (GTA).
Dilaporkan bahwa anak itu sengaja menembak belakang kepala Marie saat wanita tersebut sedang menonton televisi. Namun si bocah tidak akan menghadapi tuduhan, sebab usianya yang masih di bawah 10 tahun. Menurut hukum Lousiana, ia dibebaskan dari tanggung jawab pidana.
"Meskipun motif penembakan itu belum diketahui, namun pada saat ini pemeriksa telah mengungkap bahwa bocah ini bermain video game Play Station III, Grand Theft Auto IV, beberapa menit sebelum peristiwa ini terjadi. Permainan GTA ini sering menampilkan adegan kekerasan dan memberi poin setiap kali pemain membunuh orang," ungkap petugas departemen setempat, seperti dilansir Medical Daily dan dikutip detikINET.
Diungkapkan oleh sang pengacara, Sclynski Legier, anak ini sama sekali tidak tahu dampak dan konsekuensi atas tindakan yang ia lakukan. Menurutnya, anak tersebut benar-benar tidak mengerti itu tentang hal bahaya dari meniru adegan permainan tersebut.
Sebab faktanya diketahui bahwa hubungan antara nenek dan cucu ini sebelumnya tidak ada masalah sama sekali. Keduanya bahkan sering tidur di kamar yang sama.
Permainan video game seperti Grand Theft Auto telah lama dikecam sebagai permainan yang tidak manusiawi, terlalu banyak adegan kekerasan dan perilaku antisosial. Laporan mengungkapkan bahwa pelaku penembakan kasus Sandy Hook Elementary School tahun lalu juga merupakan pemain video game serupa.
Pelaku kasus tersebut adalah Adam Lanza, yang telah menembak dan membunuh 26 orang. Ia diketahui suka bermain video game yang juga sering menampilkan adegan kekerasan seperti Call of Duty dan Grand Theft Auto. Contoh lain adalah James Eagan Holmes, yang melepaskan tembakan di bioskop Aurora, Colorado. Peristiwa ini menewaskan 12 korban jiwa.
"Mungkin ada hubungan langsung antara ketika orang-orang yang memiliki ketidakstabilan mental menjadi bagian dari salah satu video game," ungkap Gubernur Colorado, John Hickenlooper, saat dimintai keterangan.
Karena usianya yang masih muda, nama anak yang berasal dari Louisiana tersebut belum dirilis. Menurut pihak berwenang setempat, hingga saat ini penyelidikan sedang berlangsung dan kini ia sudah bersama dengan orang tuanya.
5. Bocah Dihajar Mantan Tentara
|
gta v (rockstar)
|
Pelaku bernama Rocky Donadio, ia merasa kesal dengan sang bocah yang menghilangkan file save game Grand Theft Auto yang masih dimainkan. Terbawa emosi, ia pun menghajar anak kekasihnya itu hingga terluka parah.
Awalnya, sang ibu menutupi kebiadaban pelaku dengan memberikan laporan palsu kepada pihak rumah sakit dan polisi. Ia mengaku anaknya jatuh dari tempat tidur, kemudian setelah didesak si ibu kembali berdalih jika anaknya terluka karena berkelahi dengan kakaknya.
Kejadian tersebut sudah berlangsung cukup lama, polisi baru mengetahui kejadian sebenarnya ketika sang anak tersadarkan diri dan membeberkan semua kebohongan ibunya.
Dikutip detikINET dari Kotaku, akibat ulahnya pelaku kini diganjar hukuman 75 tahun penjara.
(yud/tyo)