Harus diakui, Candy Crush merupakan game yang bikin ketagihan. Namun itu dulu, kini Candy Crush tak lagi semanis dulu dan mulai ditinggalkan penggemar game mobile.
Seperti dilansir The Guardian, tahun lalu sekitar 97 juta orang tercatat dibikin kecanduan oleh Candy Crush. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam, berhari-hari, atau sampai berminggu-minggu untuk bisa naik level.
Alhasil, popularitas Candy Crush yang melesat ini pun berimbas terhadap bisnis King Digital -- sang pembesutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Game besutan King memang tak cuma Candy Crush, namun 'game permen' ini memberikan kontribusi sampai 60% dalam gross revenue King. Jadi bisa dibayangkan, seberapa ketergantungannya King terhadap Candy Crush.
Nah, ketergantungan ini ternyata menjadi bumerang. Lantaran tak mampu meroketkan game lain, King jadi kelimpungan sendiri. Terlebih ketika pesona Candy Crush tak lagi manis.
Padahal King total memiliki lebih dari 180 game, namun game yang paling digemari hanyalah Candy Crush Saga. Game kedua King yang populer cuma Pet Rescue Saga, dengan 15 juta basis pengguna harian.
Memang, King berusaha untuk melakukan penetrasi saat terjun ke lantai bursa. Sayang, performa saham perdananya juga berakhir kurang manis. Setelah dibuka di angka USD 22,50 pada penawaran perdana, saham King perlahan juga tumbang.
Bahkan belakangan, saham King terjun bebas setelah anjlok 24%. Pada Rabu, (13/8/2014) kemarin saja misalnya, saham pembuat Candy Crush ini hancur lebur di angka USD 14 per lembarnya.
Banyak yang menilai jika King dianggap kurang bisa meyakinkan publik bahwa perusahaannya akan terus langgeng dalam waktu lama, karena banyak gamer yang mulai bosan.
(ash/fyk)