Apalagi karakter Lara Croft di sini sama sekali berbeda. Dengan minimnya pengetahuan Lara tentang pertempuran, aksinya dalam game Tomb Raider kali ini justru lebih seru karena dipenuhi ketegangan.
Sebenarnya apa saja faktor utama game Tomb Raider sehingga membuatnya jauh makin menarik dibandingkan versi sebelumnya, yuk kita ulas satu per satu:
1. Busur dan Anak Panah
|
|
Sejak awal dimulainya petualangan, wanita beraksen Inggris ini hanya akan dibekali sebuah busur dan juga anak panah untuk mengatasi para tentara bayaran yang memburunya.
Tapi jangan salah, meski hanya dibekali senjata sederhana, keahlian Lara memanah sudah lebih dari cukup untuk menghabisi musuh.
Nantinya pasangan busur dan anak panah tersebut juga akan membantunya untuk menjelajah sepanjang game. Menggunakan tali yang terpasang pada anak panah yang diluncurkannya, Lara akan menyeberang antar tebing.
Meski begitu, gamer juga berkesempatan memiliki senjata lain yakni sebuah pistol, rifle dan shotgun. Hanya saja seluruh senjata tersebut baru bisa didapatkan mulai pertengahan game. Sedangkan sepasang pistol Heckler & Koch USP baru akan ditembakkan Lara pada akhir permainan.
2. Remaja Biasa Tanpa Skill Bertempur
|
|
Pada versi terbaru ini karakter Lara Croft awalnya hanyalah remaja biasa yang sedang berpetualang bersama teman-temannya untuk menemukan kuburan kuno yang ingin dipecahkan misterinya.
Saat semuanya tidak berjalan seperti yang direncanakan, Lara Croft dipaksa belajar bertahan hidup di pulau tempatnya terdampar.
Tidak hanya itu, Lara Croft yang awalnya tidak mengetahui apapun tentang aksi pertempuran pun akhirnya dipaksa mempelajarinya untuk bertahan hidup.
Menariknya, untuk bertahan hidup dari gempuran para tentara bayaran yang memburunya, Lara hanya dibekali sebuah busur dan anak panah.
3. Jalan Cerita Seru Hingga Akhir
|
|
Sebab, sejak awal game Tomb Raider sukses menghadirkan keseruan tanpa batas hingga akhir game.
Crystal Dynamics kelihatannya berhasil memadukan unsur cerita menarik seperti dalam film dengan gameplay seru yang dimilikinya.
Diawali dari perjalanan seru memecahkan misteri kuburan kuno, Lara Croft bersama teman-temannya menggunakan kapal laut menuju pulau yang dikiranya tanpa penghuni tersebut malah menemukan fakta berbeda.
Dihantam badai yang berakibat pada karamnya kapal yang dinaikinya, Lara dan teman-temannya dihadapkan pada puluhan tentara bayaran yang menguasai pulau itu. Alhasil, hampir seluruh teman-temannya ditangkap.
Beruntung -- Lara sebagai karakter utama dalam game -- berhasil meloloskan diri dan berusaha menyelamatkan seluruh teman-temannya. Meski semuanya tak berakhir seperti yang diinginkan, beberapa temannya berakhir dengan kematian saat mencoba melindunginya.
Misi akhir Lara adalah menyelamatkan sahabatnya bernama Sam yang ditangkap oleh pimpinan tentara bayaran untuk dikorbankan kepada penunggu pulau tersebut.
Tujuan pengorbanannya adalah agar seluruh tentara bayaran dapat meninggalkan pulau tersebut dan terhindar dari badai yang mencegah apapun untuk masuk dan keluar dari pulau itu.
Namun Lara menemukan fakta bahwa tindakan pemimpin para tentara bayaran bernama Mathias tersebut salah, sehingga Lara sekaligus berjuang memperbaiki segalanya.
4. Videography Memukau
|
|
Pembesutnya secara ciamik menghadirkan berbagai angle layaknya dalam film pada game garapannya ini.
Crystal Dynamics menampilkan angle-angle memukau terutama saat Lara berada pada ketinggian. Dengan gaya yang diusungnya itu, game Tomb Raider berhasil menghadirkan pengalaman baru bermain game bagi gamer yang menikmatinya.
5. Grafis Generasi Baru
|
|
Lingkungan permainan pun kini juga menjadi fokus utama dalam game. Alhasil, seluruh environment dalam game Tomb Raider tampil memukau layaknya dunia nyata (life-like environment).
Sayangnya, dengan semakin canggihnya teknologi grafis yang dimiliki tentunya dibutuhkan kartu grafis yang semakin mumpuni untuk menjalankannya.
6. Teknologi TressFX
|
|
Sayangnya tidak semua kartu grafis dapat menjalankan fitur dalam game Tomb Raider secara sempurna, karena dibutuhkan kartu grafis kelas menengah ke atas agar optimal.
Saat dijalankan, fitur ini dapat mengurangi pencapaian fps (frame per second) dalam game hingga setengahnya, terutama bila dimainkan menggunakan kartu grafis kelas menengah.
Selain itu, TressFX yang merupakan teknologi yang sejatinya dikembangkan oleh AMD, tentunya membutuhkan kartu grafis besutan AMD agar berjalan optimal. Namun kartu grafis dari produsen lain pun sepertinya masih dapat menjalankannya, hanya saja hasilnya tidak akan optimal.
Β
detikINET memainkan game ini dengan komputer berbasis Intel Core i7 965, RAM 4 GB, VGA Radeon HD 7970, dan Monitor LG TM2792.
(ash/ash)