Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Designer's Note
Mudik dan Feedback System di Dalam Game
Designer's Note

Mudik dan Feedback System di Dalam Game


Penulis: Eko Nugroho - detikInet

Suasana Mudik (detikfoto)
Jakarta - Mudik memang jadi hal yang sangat unik. Satu sisi kita bahagia akan bisa bertemu sanak saudara dan menikmati liburan yang cukup lama. Di sisi lain, terutama bagi yang mudik dengan kendaraan pribadi, kita juga khawatir terjebak macet arus mudik dan arus balik yang akan menguras banyak energi.
Β 
Berkat sosial media, sebagian dari kita bisa mendapatkan informasi mengenai kondisi perjalanan. Sosial media berperan menjadi sebuah feedback system yang menghadirkan informasi secara instan, berkelanjutan, dan aktual.

Dengan berbagai informasi tersebut kita kemudian bisa merencanakan waktu paling baik untuk memulai perjalanan, jalur alternatif yang cukup lancar untuk dilewati, titik-titik kemacetan yang harus dihindari, dan perkiraan waktu tempuh yang kemudian harus kita jalani.

Bahkan ketika kita tidak memiliki pilihan jalur alternatif atau tidak lagi mungkin menunda perjalanan, dengan memiliki informasi yang memadai, kita menjadi lebih siap untuk menghadapi segala kemungkinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap game memiliki feedback system tersendiri untuk menampilkan informasi tertentu yang akan berguna bagi pemain. Feedback system yang paling umum kita temui adalah skor atau penanda/penilai seberapa baik kita bermain game tersebut.

Beberapa game memiliki lebih dari satu buah feedback system -- ambil contoh permainan tetris -- selain skor permainan beberapa versi juga menyuguhkan bentuk berikutnya yang akan muncul (hal ini kemudian diadaptasi di banyak tower defense style game).

Sebuah feedback sytem tidak selalu harus ditampilkan secara eksplisit. Misalnya pada banyak game RPG, feedback system bisa berupa petunjuk-petunjuk yang dihadirkan oleh berbagai karakter pendukung, sehingga memudahkan kita menyelesaikan sebuah tantangan.

Contoh lainnya adalah pada board/card game, selain skor, posisi token pemain, jumlah kartu yang telah digunakan, jumlah komponen pendukung yang tersisa juga merupakan bentuk feedback system yang disuguhkan secara tidak langsung.

Karena feedback system umumnya berfungsi untuk menampilkan informasi tertentu, pemain kemudian bisa menentukan (set) strategi optimal dari informasi tersebut.

Dari sudut pandang seorang game desainer, sebuah feedback system adalah sebuah alat untuk kita terus bisa memotivasi pemain untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadirkan dan terus bermain dengan lebih baik. Hal ini yang kemudian menjadikan sebuah feedback system dalam game memiliki peran yang begitu penting.

Kembali ke pengalaman mudik lalu, bagi sebagian dari kita, sosial media telah berhasil menjadi sebuah feedback system yang memadai. Kita bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan mengambil strategi optimal dari informasi yang kita miliki.
Β 
Secara umum, media (apapun) adalah sebuah feedbcak system bagi masyarakat. Hanya, sebagaimana dalam sebuah game, feedback system merupakan sebuah alat untuk memotivasi pihak lain untuk mengambil sebuah keputusan (strategi) tertentu.

Ketika sebuah feedback system didesain dengan baik, ia akan memotivasi para pemain (penerima informasi) untuk mengambil keputusan yang baik, begitu juga sebaliknya, jika didesain dengan buruk tentunya akan berpotensi menjerumuskan banyak pihak.

Semoga lebaran ini memberi kesempatan untuk kita semua me-restart seluruh feedback system yang kita miliki untuk mampu menebar informasi positif dan bermanfaat bagi masyarakat kita.


*) Penulis, Eko Nugroho merupakan seorang Game Designer, Inisiator Indonesia Bermain (http://indonesiabermain.com), Co-Founder Kummara Creative Studio (http://kummara.com). Yang bersangkutan bisa dikontak via Twitter @enugroho.

(ash/ash)







Hide Ads
LIVE