Satu per satu sejumlah penerbit game mulai angkat kaki dari Google+. Sebut saja Wooga dan Electronics Arts (EA), keduanya sepakat tak lagi melayani pengunjung jejaring sosial milik Google tersebut.
Ya, selain bisa hangout dan melakukan berbagai aktivitas lain dengan teman, di Google+ pengguna juga ditawarkan sejumlah game yang bisa dimainkan beramai-ramai. Layanan ini juga sudah digunakan Facebook untuk menghibur para warganya.
Meski tak sebanyak di Facebook, namun sejumlah penerbit game besar seperti Woonga dan EA tetap menaruh harapan besar di Google+. Berharap agar banyak pengguna yang memainkan game mereka seperti di Facebook.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memutuskan untuk menghapus game tertentu dari Google+ karena kami memiliki lebih banyak pengguna aktif di Facebook," jelas juru bicara Woonga, seperti dikutip detikINET dari allthingsd, Senin (18/6/2012).
Berbeda dengan Woonga yang secara terang-terangan menyatakan alasannya cabut dari Google+, EA mengaku masih akan menyokong Google+ dengan berbagai produknya meski telah mencabut salah satu game andalan mereka, Bejeweled Blitz.
Pun begitu, masih banyak penebit game yang betah menawarkan produknya, sebut saja Rovio dengan Angry Birds, Zynga CityVille, Poker dan Mafia Wars 2. Hal ini dikarena Google+ termasuk salah satu platform yang menjanjikan di luar Facebook.
Soal pembagian hasil, Google+ juga terbilang menggiurkan, 95% akan dikantongi developer, sementara Google hanya mendapat bagian sekitar 5%. Hanya saja pengunjung yang masih sepi membuat sejumlah penerbit game mulai berpaling.
(eno/ash)