Dengan model permainan seperti FarmVille, Happy Oasis memang hampir mirip dengan game besutan Zynga tersebut. Bedanya, tema Happy Oasis disesuaikan dengan budaya lokal yang menjadi tempat asal si pembuat game yakni Timur Tengah.
Dikembangkan oleh Aranim Games, perusahaan asal Jordan, Happy Oasis dihadirkan dalam dua versi bahasa, yakni Arab dan Inggris. Aranim Games yang sebelumnya sukses membuat serial komik di negaranya, mengajak pemain membangun 'oasis' mereka sendiri dengan mengerjakan berbagai tugas di setiap level game.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan pula olehnya, Aranim Games mengadaptasi beberapa tradisi khas Arab dan memasukkannya ke dalam permainan game sosial. Selama Ramadhan misalnya, game ini akan memperkenalkan sistem pembangunan Mesjid.
Namun selain itu, Happy Oasis juga mengadaptasi hal-hal yang digemari anak muda dan memasukkan isu-isu terbaru yang terjadi di Timur Tengah. Contohnya, dalam permainan ini baik pria maupun wanita boleh membeli dan mengendarai mobil. Seperti diketahui, hal ini tengah menjadi perbincangan hangat di Timur Tengah mengingat salah satu negaranya, Arab Saudi tidak memperbolehkan wanita menyetir.
(rns/rou)