Sony melaporkan data sensitif pengguna seperti nama, alamat, password dan mungkin data kartu kredit diambil cracker. Sony pun memutuskan menutup PlayStation Network untuk mencegah kemungkinan lebih buruk.
Kejadian tersebut dianggap amat serius. Alan Paller, Direktur Riset SANS Institute menyatakan, pembobolan data ini mungkin adalah pencurian informasi data identitas terbesar yang pernah terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paller menduga cracker masuk jaringan dengan mengambil alih PC system administrator, yang memiliki hak akses informasi sensitif mengenai kustomer Sony. Si administrator mungkin dikirimi email dengan software jahat, yang kemudian terinstall di komputernya.
Sony sendiri belum menjelaskan secara detail bagaimana hal itu terjadi dan apa yang akan dilakukan cracker dengan data itu. Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Rabu (26/4/2011), Sony mengaku menyewa vendor sekuriti untuk menginvestigasi kasus ini.
(fyk/ash)