Adalah Shawna Jordan dan Laurie Hildebrand dari Kansas State University yang membuat kesimpulan tersebut. Keduanya melakukan penelitian guna menggali keefektifan perangkat Wii dalam program rehabilitasi kesehatan jiwa.
Dikutip detikINET dari Big News Networks, Senin (24/5/2010), Jordan dan Hildebrand menemukan bahwa para tentara yang menjalani program rehabilitasi mengalami peningkatan positif dalam hal keseimbangan gerak dan mental.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi mereka yang dimulai sejak Maret, Jordan dan Hildebrand melibatkan para tentara yang didiagnosa mengalami trauma dan cedera otak pasca perang. Pasien cedera otak umumnya menampakkan banyak gejala, diantaranya kehilangan ingatan serta memperlihatkan perubahan perilaku dan fungsi kognitif.
Dengan bantuan Wii Fit, peneliti melibatkan partisipan dalam bermacam permainan. Setiap hari mereka diminta mengikuti lima sesi latihan yang masing-masing berdurasi 30 menit dan mengamati efeknya terhadap keseimbangan gerak dan mental mereka.
Hasilnya diketahui bahwa para tentara yang rutin memainkan Wii mengalami peningkatan positif dalam keseimbangan gerak. Hal ini ditandai dengan semakin berkurangnya tingkat kesalahan terkait keseimbangan gerak yang mereka lakukan dalam aktivitas menggunakan Wii. Para partisipan juga mengaku proses rehabilitasi seperti ini membuat mereka gembira karena sangat interaktif dan menghibur. (rns/ash)