Tim yang terdiri dari sekitar 50 orang pengembang itu dirumorkan sedang mencari penerbit lain di luar Midway. Tim di balik salah satu game fighting populer itu sedang melakukan negosiasi untuk 'bedol desa' dari Midway.
Latar belakang rencana ini adalah soal keuangan. Di satu sisi, Midway sedang berjuang dengan kebankrutan. Di sisi lain tim MK kecewa karena bonus mereka tak juga dibayarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari Kotaku, Selasa (7/4/2009), pihak Midway tidak mau membicarakan gosip eksodus pengembang Mortal Kombat. Namun soal bonus, Midway punya pandangan yang berbeda.
"Midway tidak menolak untuk membayarkan bonus itu. Adalah komite kreditor yang menghalangi kami membayar mereka. Komite itulah yang menghambatnya," ujar perwakilan Midway.
Jika tim pengembang Mortal Kombat jadi mendapatkan suaka di penerbit lain, mereka tidak akan bisa menggunakan judul 'Mortal Kombat'. Sedangkan bagi Midway, pukulan telak akan dirasakan akibat kehilangan talenta itu.
Di sisi lain, Edge-Online mengatakan Midway juga sempat membicarakan kemungkinan menjual hak 'Mortal Kombat' ke penerbit lain. Hal ini dilakukan di tengah kondisi keuangan Midway yang makin memburuk.
(wsh/ash)