Senin, 01 Feb 2016 09:59 WIB

Review Game

Kembalinya Sang Penggali Makam Seksi

Mohamad Miradi - detikInet
Foto: Rise of The Tomb Raider (detikINET/M. Miradi) Foto: Rise of The Tomb Raider (detikINET/M. Miradi)
Jakarta - Gamer mana tak kenal tokoh ikonik game puzzle adventure Lara croft di seri Tomb Raider? Sejak kemunculannya 12 tahun lalu -- tahun 1996 tepatnya -- sang pengelana cantik ini memang selalu ditunggu.

Adalah Crystal Dynamic yang kembali membuat IP yang kini dirilis oleh Square Enix menjadi lebih greget dan bernyawa pada reboot-nya tahun 2012 lalu, bukan sekadar grafik, namun elemen survival yang diterapkan pada game Tomb Raider membuat gamer jadi tertantang untuk menyelesaikan petualangan dengan cara tak sekedar tamat. Tetapi hingga mengoleksi seluruh artefak dan tantangan lainnya hingga komplet.

Pada bulan November 2015, Rise of Tomb Raider sebagai sekuel yang dinanti resmi dirilis, meski kala itu hanya ekslusif pada Xbox one. Nah, tepat 28 Januari 2016, Square Enix akhirnya melepas game ini untuk gamer PC, berminat untuk meminangnya?

Berbeda pada cerita sebelumnya dimana Lara tercebur situasi hidup dan mati, kini sang petualang cantik tersebut sudah memiliki misi dan tujuan. Adalah kematian ayahnya yang memotivasi untuk melanjutkan pencarian Devine Souce -- sebuah artefak legenda -- yang diklaim dapat memberikan kehidupan abadi dan sempat membuat ayahnya stres karena terobsesi menemukan benda tersebut.

Namun, dalam perjalanannya mencari artefak itu, Lara tak sendiri. Adalah Trinity, sebuah organisasi yang sudah ada sejak ratusan tahun juga mengincar artefak dan tentunya berhasrat untuk menggunakannya untuk kepentingan jahat.

Alur cerita yang linier namun intens, pace yang lambat namun eksplosif dan emosional dipadu dengan eksplorasi lingkungan sekitar dan puzzle yang memutar otak di setiap makam yang ditemui saat menyelesaikan main mission, membuat narasi cerita serta cut scene yang disuguhkan di sekuel game dengan genre Third person kali ini semakin lengkap dan seru.

Sekadar mengingatkan, Lara kali ini merupakan karakter versi reboot. Oleh karenanya sekuelnya berlatar belakang awal mula Lara yang mulai berkomitmen untuk menjadi petualang dalam usahanya menjadi penggali makam dan menemukan artefak-artefak kuno dari mitologi serta legenda dari berbagai belahan dunia sebagai Tomb Raider.

Pada game ini, kita akan disuguhi beragam lokasi petualangan yang berbeda-beda mulai dari dinginnya Siberia hingga Suriah yang eksotis. Dibandingkan dengan pendahulunya yang berkutat di satu pulau saja, Rise of Tomb Raider mampu memanjakan mata gamer dengan pemandangan serta lokasi yang cukup spektakuler dan siap berlama-lama untuk dijelajahi.

Sementara itu, di sektor gameplay beberapa penambahan disematkan oleh Crystal Dynamics membuat kesan survival terasa begitu kental. Jika sebelumnya hanya ada beberapa binatang yang dapat diburu oleh Lara, kini sang developer menambahkan binatang buas lainnya seperti beruang, macan bahkan seekor cheetah.

Setiap level yang dilalui dipresentasikan secara natural. Hal ini memang sudah menjadi ciri khas Tomb Raider yang bertujuan agar gamer bereksplorasi untuk menemukan item-item yang dibutuhkan Lara untuk meng-upgrade senjata, membuat kostum/baju dari kulit binatang hingga membuat amunisi seperti bom asap, panah api hingga bom molotov dari botol dan bahan bakar.

Interaksi dengan environment sekitar juga makin banyak variasinya, Lara kini banyak memiliki peralatan baru untuk membantunya memanjat tebing curam dan melewati rintangan yang membutuhkan koordinasi dan kecepatan jemari gamer.

Di Rise of the Tomb Raider, gamer kini dapat melakukan side quest, namun perlu diketahui,beberapa misi justru membutuhkan gadget ataupun peralatan yang mumpuni, semisalnya ketika ingin menemukan koin emas untuk dikembalikan ke NPC yang memberikan misi, Lara harus memiliki panah dengan bom napalm untuk menghancurkan barikade kayu yang menghalangi akses masuk ke gua.

Sebagai saran, akan lebih baik jika gamer juga meluangkan waktu untuk mencari recources serta weapon parts yang tersembunyi di sekitarnya, meskipun fitur fast travel akan bisa berguna untuk mencari ulang di map sebelumnya. Namun akan lebih efisien jika gamer dapat memaksimalkan waktu bermain di satu map tertentu untuk mencari item serta recources untuk membuat ammo bag dengan kapasitas lebih besar atau crafting senjata baru.

Eits, tapi gamer tentu perlu ekstra hati-hati saat melakukan eksplorasi, terutama ketika bertemu AI musuh, bagi gamer yang suka beraksi menggunakan senjata api dapat langsung berhadapan dengan musuh secara frontal.

Sebaliknya, jika Anda merupakan gamer yang gemar bermain stealth atau secara diam-diam, juga diberikan pilihan untuk melumpuhkan musuh dengan beragam cara efektif. Mulai dari memanah scout di atas menara hingga bomb takedown yang dipasang di badan musuh sebagai perangkap bagi musuh yang sedang patroli dan masih banyak cara lainnya. Pokoknya seru!

Animasi wajah karakter -- terutama sang protagonis -- mengalami peningkatan cukup signifikan utamanya dari segi ekspresi dan pergerakan karakter yang kini lebih luwes dan ekspresif. Meski begitu, performa grafis saat cut scene di beberapa bagian masih ditemui drop frame rate walau tidak mempengaruhi secara signifikan gameplay nya.

Opini detikINET

Sebagai Adventure game, Rise of The Tomb Raider menawarkan paket komplet bagi penggemar game petualangan. Environtment yang disajikan kini lebih luas dan menjadi 'taman bermain' yang seru dan lengkap.

Meski begitu, sangat disayangkan mode multiplayer kini ditiadakan dan menggantinya dengan Expedition mode, di mode ini juga tidak begitu menarik untuk berlama-lama dimainkan, karena kita hanya mengulang chapter/mission yang sudah dimainkan di story mode namun dengan tantangan ekstra. Menariknya, pada mode ini gamer diperkenalkan dengan sistem card packs yang dapat dibeli dengan koin yang didapat saat bermain single player.

Harus diakui pula, sistem crafting yang baru sangat memudahkan gamer saat berhadapan dengan musuh. Elemen barunya diformulasikan dengan apik tanpa menghilangkan esensi gameplay yang sudah ciamik di game sebelumnya. Rise of The Tomb Raider sudah tersedia di Steam dan ada diskon 10% untuk pembelian melalui Microsoft Store yang berlaku hingga 6 Februari 2016.
(ash/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed