Jumat, 23 Sep 2016 08:42 WIB

Tips Fotografi

Merancang Foto dengan Komposisi Segitiga Emas

Ari Saputra - detikInet
Perbedaan komposisi golden spiral (kiri) dan golden triangle (kanan) pada sebuah model. Foto: Ari Saputra/detikINET Perbedaan komposisi golden spiral (kiri) dan golden triangle (kanan) pada sebuah model. Foto: Ari Saputra/detikINET
Jakarta - Menempatkan drama dalam sebuah alur komposisi fotografi bisa suka-suka. Salah satunya dengan gaya komposisi segitiga emas (golden triangle). Tujuannya agar lebih dinamis, tajam dan mendobrak.

Beberapa waktu lalu saya menulis tentang komposisi golden spiral. Kekuatan komposisi foto berpusat pada satu titik kemudian mengalir keluar membentuk spiral seperti pusaran air. Alur cerita berupa harmonisasi energi alam sekaligus berdaya ledak sentrifugal yang penuh sensasi.

Hanya saja bagi sebagian kalangan alur komposisi tersebut mempunyai kelemahan. Ia dianggap konservatif lantaran sekedar menuruti hukum alam yang stabil dan mapan. "Bentuk geometris tersebut merupakan bentuk paling purba," kritik psikolog John Suller yang meneliti soal komposisi fotografi (Photographic Psychology: Image and Psyche, 2013).

Para kritikus itu kemudian melirik komposisi segitiga emas sebagai salah satu alternatif jawaban. Yakni tidak sekedar memotret subjek atau momen sebagai sebuah kenyataan sehari-hari melainkan dapat merekayasa dan membingkainya secara dinamis.

Cityscape kota Munich dijepret dengan memperhatikan garis diagonal imajiner untuk memandu golden triangle. (Foto: Ari Saputra)Cityscape kota Munich dijepret dengan memperhatikan garis diagonal imajiner untuk memandu golden triangle. (Foto: Ari Saputra)

Ciri khas yang yang paling mudah dikenali yakni adanya garis diagonal (baik langsung maupun imajiner) dari sudut kiri bawah ke kanan atas — atau sebaliknya. Di sepertiga garis diagonal tersebut ditempatkan subjek utama (point of interest) yang memotong bila ditarik garis serong dan membentuk segitiga.

Frame tidak lagi dibelah menjadi dua bagian namun terdapat persinggungan yang berusaha tampil beda dan berani. Akibatnya foto lebih terkesan dinamis karena ada kekuatan lain yang mengiris garis diagonal itu dengan tiba-tiba.

"Hubungan garis diagonal dan tepi foto memberi energi yang dinamis dan pergerakan, sesuatu yang naik atau turun. Kekuatannya benar-benar roket yang ditembakkan ke udara dan (sebaliknya) roler coaster yang jatuh dengan cepat," imbuh profesor dari Universitas Rider New Jersey yang menyukasi fotografi tersebut.

Streetphotography dijepret dengan komposisi segitiga emas. Terdapat 2 segitiga di dalam frame ini. (Foto: Ari Saputra)Streetphotography dijepret dengan komposisi segitiga emas. Terdapat 2 segitiga di dalam frame ini. (Foto: Ari Saputra)

Untuk memperoleh kekuatan itu, langkah pertama yakni menemukan kekuatan garis utama terlebih dahulu. Garis tersebut bisa berupa garis sungguhan, garis panduan atau sekedar imajiner. Garis diagonal menjadi pernyataan utama untuk disampaikan ke audiens. Anda bisa menyatakan dengan lugas maupun tersamar.

Kedua, tempatkan subjek utama secara spontan, alami atau direkayasa pada titik sepertiganya. Bisa di sepertiga atas atau bawah. Bisa juga keduanya sekaligus. Lakukan dengan alami dan senyaman mungkin.

Kemudian jepret momen tersebut dengan berselera dan dinamis. Bisa benar-benar segitiga emas dari saat menjepret maupun dibuat segitiga emas ketika dikoreksi di komputer (cropping).

Ketiga, mulailah dari yang sederhana untuk melatih mata menangkap komposisi segitiga emas ini. Bisa dari benda diam seperti gedung, garis, pagar atau apapun di lingkungan rumah. Kemudian tingkatkan pada adegan yang lebih rumit, melibatkan banyak elemen foto, permainan cahaya dan momen yang berlangsung cepat.

Pernyataan golden triangle yang lugas ditunjukan dengan garis diagonal pada dinding.  (Foto: Ari Saputra)Pernyataan golden triangle yang lugas ditunjukan dengan garis diagonal pada dinding. (Foto: Ari Saputra)

Yang paling menarik, bila mata Anda jeli dan sedikit beruntung, meng-capture 2 segitiga emas dalam satu frame bisa diperoleh. 2 golden triangle bakal membuat kekuatan sebuah foto bernilai kuadrat. Seakan antar segitiga saling membetot keluar secara berlawanan dan membuat otak mencernanya lebih variatif dan tidak membosankan. (Ari/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed