6 Tips Jitu Hunting Foto Kampanye Parpol

Tips Fotografi

6 Tips Jitu Hunting Foto Kampanye Parpol

- detikInet
Senin, 17 Mar 2014 09:09 WIB
Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta -

Musim kampanye partai politik telah digelar hingga beberapa pekan ke depan. Momen tersebut tidak hanya menarik secara politik melainkan sangat atraktif secara visual.

Dari ekpresi simpatisan, warna-warni atribut kampanye, properti yang unik hingga jumlah massa kolosal membuat semuanya sudah terlihat menarik secara alamiah.

Namun bukan berarti tinggal mengarahkan lensa dan memencet shutter, kemudian dihasilkan foto yang memuaskan. Tetap saja ada kaidah-kaidah umum fotografi maupun kemampuan teknis yang menjadi pegangan. Sehingga hasil foto tidak hanya merekam kenyataan, melainkan mampu menciptakan kenyataan baru di selembar foto.

1. Survei 'medan perang'.

Saat tiba di lokasi kampanye, langsung melakukan observasi singkat. Terutama memperhatikan tata panggung dan posisi audiens (peserta kampanye). Dengan berfikir cepat, fotografer bisa menentukan sejumlah spot terbaik untuk memotret.

Termasuk akses ke spot tersebut, apakah ada izin khusus ataukah all access. Juga pergerakan antar spot supaya mampu merekam momen sebaik mungkin.

2. Kampanye indoor vs outdoor.

Bila lokasi berada di luar ruang, jangan pikir tidak akan ada kesulitan mengenai pencahayaan karena kampanye berjalan siang hari. Justru sebaliknya, intensitas cahaya matahari yang berlebihan biasanya membuat masalah tersendiri yakni exposure yang sangat kontras.

Apalagi bila kampanye dilakukan tengah hari bolong, saat matahari di atas kepala, kemungkinan wajah peserta kampanye menjadi gelap (under) sangat mudah ditemui.

Bagaimana kalau lokasi kampanye indoor seperti di Gelanggang Olahraga (GOR) tertutup seperti di Istora Senayan? Kalau lampu GOR berfungsi maksimal, maka tidak ada kesulitan.

Namun, biasanya kampanye partai di GOR hanya mengandalkan lampu panggung seadanya dan membuat pencahayaan GOR menjadi low light. Sehingga saat kamera dibidikkan ke ke arah kerumunan penonton, perlu perubahan ISO yang cukup signifikan, dan memerlukan kecepatan teknis yang akurat.

3. Jangan terjebak pada jumlah massa kampanye. Sebab, 10 orang dengan 10.000 orang nilainya sama di depan lensa.

Kalau jumlah massa ribuan, maka akan lebih mudah memotret karena gambar yang dihasilkan padat dan terdapat kesan kolosal. Anda dapat memotret overview/suasana dari sudut atas menggunakan lensa lebar. Sehingga gambar yang dihasilkan sangat menarik saat ribuan massa bercampur dengan ribuan atribut atau bernyanyi dangdut bersama-sama.

Sementara kalau peserta kampanye sedikit, dapat memotret detailnya saja. Juga bermain ekpresi, mengeksplor siluet, memadukan foreground/background atau mencampur dengan simbol/atribut kampanye.

Keterangan foto: Kampanye PDIP tahun 1999 (reuters)

Atau jika mau ekstrim, bisa memotret detil dengan diafragma lebar hingga 1,8 dan menghasilkan efek bokeh yang fotogenik.

Kecuali Anda punya misi untuk menunjukan bahwa kampanye suatu partai hanya dihadiri segelintir orang, maka menggunakan lensa lebar dan menonjolkan audiens kosong sangat tepat digunakan.

4. Ada Jurkamnas atau tidak, tetap menarik!

Juru kampanye nasional (jurkamnas) yang biasanya diisi oleh elite partai biasanya menjadi daya tarik tersendiri untuk membangun aura panggung.

Kehadiran jurkamnas atau artis ibukota seakan membangun gambar yang menarik dengan sendirinya. Sehingga memotret menjadi relatif lebih mudah.

Namun bila panggung hanya diisi oleh elite lokal dan artis papan bawah, jangan gentar untuk momotret. Anda bisa bermain sesuatu yang unik dan tidak ada di tempat lain.

Misalkan memasukan unsur lokal yang sangat mudah dikenali. Lalu bisa dikombinasikan dengan berbagai tulisan yang lucu dan mengundang senyum.

5. Cari yang unik, ekpresif, atraktif.

Mata fotografer dituntut untuk tetap jeli dan mampu menemukan sesuatu yang unik, ekpresif dan atraktif meski itu hanya sekelebat dan berada di antara ribuan orang.

Namun tenang saja, biasanya yang memenuhi 3 kriteria tersebut menjadi pusat perhatian peserta kampanye sehingga tidak terlampau sulit dicari.

6. Safety First.

Memotret di tengah kerumunan massa yang terdiri dari berbagai karakter, maka keamanan dan keselamatan tetap menjadi faktor utama. Jangan sampai asik motret, namun menjadi objek kriminalitas.

Atau dalam beberapa contoh ekstrim, lensa tele 70-200 yang menggantung di tas pinggang hilang digondol copet!

Kondisi badan juga harus prima, apalagi kalau lokasi dan venue kampanye yang melelahkan. Siapkan air mineral supaya tidak dehidrasi dan kelelahan.

(Ari/ash)