Ponsel Xiaomi seri T sangat diminati dibanding seri lainnya karena kinerjanya bagus. Kamera dan lensanya sudah Leica, dan yang penting harganya paling terjangkau, menarik bagi penggemar fotografi dan masyarakat secara umum.
Bagi yang mengikuti dunia ponsel, mungkin penamaan ponsel ini agak membingungkan, karena generasi sebelumnya bernama 15T. Xiaomi sengaja melewatkan angka 16 supaya tidak dianggap ketinggalan segenerasi daripada Apple iPhone. Kenyataannya, seri Xiaomi 17 dirilis di tahun yang sama dengan iPhone 17, dengan spek yang tidak kalah canggih dan harga yang lebih terjangkau.
Review kamera Xiaomi 17T Foto: Dok Enche Tjin |
Tidak bisa dipungkiri, salah satu daya tarik terbesar ponsel Xiaomi 17T ini adalah adanya merk Leica di kameranya. Seperti seri ponsel Xiaomi yang sudah ada, keterlibatan Leica tidak hanya sekedar memasang logo atau filter, tapi ikutan merancang optik, tuning warna dan tone fotonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat empat kamera di Xiaomi 17T. Kamera utamanya punya image sensor Light Fusion 800 dengan image sensor 1/1.55". Lensanya ~23mm f/1.7 dengan image stabilizer, yang kedua adalah lensa periskop telefoto 50 MP dengan 5x zoom, ekuivalen 115mm. Lensa ini pada awalnya muncul di Xiaomi 15T Pro, tapi tahun ini, Xiaomi memberikan lensa ini untuk seri 17T yang harganya lebih terjangkau. Juga ada lensa ultrawide 12MP dan kamera depan untuk selfie 32MP.
Untuk menguji Xiaomi 17T saya banyak menggunakan mode portrait dengan profile Leica Authentic dan lensa 5X zoom. Untuk kulit sawo matang khas orang Indonesia, hasil fotonya terlihat sangat otentik.
Memotret model dengan mode potrait Xiaomi 17T Foto: Dok Enche Tjin |
Memotret model dengan mode potraitXiaomi 17T Foto: Dok Enche Tjin |
Crop dari foto di atas. Foto: Dok Enche Tjin |
Ketajaman dan detailnya juga sangat baik, pemulusan kulit dibantu oleh AI jadi bagus dan bisa diatur kadar kemulusannya. Dalam review ini saya menggunakan mode standar yaitu 30%, yang menurut saya cukup bagus dan seimbang. Simulasi bokeh untuk latar belakang saya nilai sudah lebih baik daripada seri-seri sebelumnya. Tapi processornya sepertinya harus kerja keras, makanya terasa cukup panas kalau saat menggunakan mode portrait ini secara berturut-turut dan memotret dalam jangka waktu yang panjang.
Ketajaman detil sangat baik. Foto: Dok Enche Tjin |
Di seri 17T yang baru ini ada beberapa hal yang baru, misalnya Leica Live moments, yang pada dasarnya kamera akan mengambil foto berturut-turut dalam waktu dua detik. Setelah itu, kita bisa memilih momen yang terbaik untuk disimpan dan dibagikan.
Leica Live Moment di Xiaomi 17T Foto: Dok Enche Tjin |
Mode fotografi kreatif yang ada di 17 dan 17 Ultra juga hadir untuk membantu memotret di kondisi cahaya yang ekstrem seperti siluet, flame dan fireworks.
Pertanyaannya apakah ponsel ini layak? Menurut saya hal ini tergantung pada budget dan apakah akan banyak membutuhkan lensa telefoto atau tidak. Karena keunggulan dari Xiaomi 15T ini terletak di lensa telefotonya. Kamera ponsel yang punya lensa telefoto periskop 5x zoom, jarang ditemukan di kamera di bawah 10 juta.
Hasil foto kamera Xiaomi 17T Foto: Dok Enche Tjin |
Hasil foto malam Xiaomi 17T. Foto: Dok Enche Tjin |
Penggemar tone warna Leica juga akan senang dengan kamera ini. Tapi terus terang, spek dan built quality ponsel ini tidak selevel dengan seri Pro dan Ultra, tapi pastinya di atas ponsel mid-range lain yang harganya sekitar Rp 5-10 juta.
Kekurangannya utama Xiaomi 17T ini mirip dengan seri T lainnya yaitu kualitas lensa ultrawide-nya tetap sama dan resolusinya cukup rendah untuk standar ponsel flagship yaitu 12MP. Xiaomi 17T tidak begitu cocok buat penggemar gaming yang intensif, soalnya pengelolaan thermal/panas dan chipset bukan yang ideal buat itu.
Hasil foto kamera Xiaomi 17T Foto: Dok Enche Tjin |
Hasil foto kamera Xiaomi 17T Foto: Dok Enche Tjin |
Hasil selfie dengan kamera Xiaomi 17T Foto: Dok Enche Tjin |
Review Kamera Xiaomi 17T Foto: Dok Enche Tjin |
Kalau punya budget lebih, Xiaomi 17T Pro memiliki kamera utama yang lebih baik berkat processor yang lebih baik dan ukuran image sensor yang yang lebih besar, kapasitas baterainya sedikit lebih besar dan fast chargingnya lebih cepat. Tapi kualitas lensa telefotonya sama, keduanya mendapat lensa 5x zoom, berbeda dengan seri Xiaomi 15T, yang cuma dapat lensa telefoto 2x saja.
Secara keseluruhan ponsel Xiaomi 17T ini cocok bagi creator yang ingin ponsel flagship tapi dengan harga mid-range. Secara desain, ponsel ini punya layar yang besar dan cerah, build quality-nya juga bagus, terasa kokoh, tidak terlalu tebal dan nyaman dipakai seharian.
(fay/afr)













