Kamis, 10 Mar 2016 10:06 WIB

Review Produk

Canon M10: Mirrorless Low End yang Tak Bisa Diremehkan

Ari Saputra - detikInet
Foto: Canon Foto: Canon
Jakarta - November tahun lalu Canon resmi merilis kamera mirrorless murah  EOS M10. Dan tiga bulan kemudian, kamera yang lebih mungil dari pendahulunya — M3 -- tersebut sampai di Indonesia.

Saat dicoba detikINET untuk traveling ke Tokyo dan Yokohama akhir bulan lalu, M10 tidak mengecewakan untuk ukuran kamera low end. Ia mampu tampil memukau saat dipasangkan dengan lensa kit 15-45mm meski dengan mode otomatis (P).

Berikut ulasan kamera berkekuatan 18MP tersebut:
 
1. Desain

Tidak ingin latah seperti umumnya mirrorless yakni dengan desain retro, Canon M10 memilih desain yang sudah familiar seperti pada kamera poket. Yakni kotak persegi dengan sudut yang tidak menyiku. Persisnya berdimensi 108x67x35mm.

Dimensi tersebut membuat fisiknya terlihat kecil di genggaman pria dewasa namun proporsional di tangan perempuan. Tidak terlampau besar, mudah dimasukkan tas tangan dan ringan (300 gram, termasuk baterai, tanpa lensa).  Di sisi kanan terdapat karet menonjol untuk pegangan dan memencet shutter.
Sekilas desain ini memang mirip kamera poket pada umumnya sehingga kehadirannya tidak terlalu mencolok. Namun gagasan ergonomis dan ajakan mudah dipegang membuat M10 layak dioperasikan untuk jalan-jalan (traveling), para blogger, food photography dan para pecinta foto narsis.

2. Kemampuan Prosesor dan Sensor

Prosesor, sensor dan lensa merupakan trilogi yang tak terpisahkan saat Canon memikirkan produk terbarunya. Dua hal pertama tertanam di bodi kamera sementara untuk urusan lensa bertumpu pada kekuatan optik yang terpisah dari bodi.

Salah satu untuk mengetes kemampuan sensor APS-C CMOS dan prosesor DIGIC 6 yang dibenamkan di M10 yakni dengan membawanya memotret cityscape pada malam hari/sunset. Dengan kondisi tidak menyenangkan tersebut, kamera akan kesulitan bekerja jika dibebani 'otak' yang pas-pasan dan dan kurang sensitif terhadap cahaya.
Cityscape Tokyo dilihat dari Tokyo Sktree (350 meter). Kemampuan M10 masih mampu menangkap puncak Gunung Fuji di kanan atas.
Namun M10 sebaliknya, ia mampu merekam cahaya cityscape Tokyo dengan apik. Gradasi warna dan cahaya kota mampu terekam dengan aktual dan detail. Dan untuk mendapatkan gambar tersebut tidak perlu dengan mode manual melainkan cukup dengan mode otomatis (P) yang bisa dilakukan siapa saja.   

3. Lensa Kit Oke

Lensa kit 15-45mm IS STM (eq. 24-70mm) sangat representatif untuk segmen M10 seperti food photography, landscape/cityscape, detail, dokumentasi hingga foto narsis/portrait.  

Daya jangkau 15-45mm membuatnya ringkas untuk kegiatan multiple purpose, efektif dan efisien. Teknologi Image Stabilizer (IS) yang disertakan cukup mengontrol getaran yang tidak perlu saat membidik subjek.
Kemampuan lensa, sensor dan prosesor M10 terlihat saat memotret Teluk Yokohama dengan arsitektur dan kota modern di tepiannya.
Kekuatan diafragma f/3,5 (25mm) hingga f/6,3 (45mm) masih bisa diandalkan dan menghasilkan efek bokeh yang tetap menarik. Dari cityscape Asakusa yang menyimpan pesan renyah sampai foto makanan yang mampu menghadirkan kekayaan rasa dan detail.
Lensa 15-45mm cocok untuk foto narsis maupun portrait. Terlihat M10 mampu membaca metering dengan sempurna pada lampu ruangan (kiri) maupun cahaya natural.
4. Fitur Lain Tak Bisa Diremehkan

Sejumlah fitur penunjang menjadi andalan M10. Sebut saja untuk LCD yang bisa diputar 180 derajat bakal memudahkan foto selfie. Atau kemudahan layar sentuh yang sensitif membuat operasional M10 semudah jari bermain kamera smarthpone.
Lensa kit 15-45mm IS STM (eq. 24-70mm) terlihat saat memotret foodphotography (kiri) dan bokeh malam Yokohama.
Bagi yang ingin merekam gambar gerak (video), kemampuan video Full HD M10 bisa diandalkan. Meski hanya berkekuatan 30fps, hasil video M10 sudah jauh dari cukup untuk kebutuhan di YouTube, cover lagu atau dokumentasi keluarga.
Mirrorless M10 cocok untuk foto traveling.
5. Kelemahan

Untuk memenuhi kebutuhan koneksi nirkabel, Canon menyematkan EOS M10 dengan fitur WiFI dan Near Field Communication (NFC). Hanya saja untuk fitur NFC, saat dijajal, pengguna perlu mensetting terlebih dahulu dengan perangkat yang lain dan saat transfer data harus dekat sekitar 4 inch. Bahkan untuk beberapa kasus seperti file foto yang besar, harus ditempelkan.  

Bagi yang mobile, kemampuan NFC ini membutuhkan kebiasaan terlebih dahulu. Dan pada awal-awal penggunaan, akan kesulitan jika sedang terburu-buru untuk mengunggah ke media sosial.

6. Kesimpulan

Dengan menyasar pengguna smartphone yang menginginkan gambar lebih bagus, M10 dapat menjadi pilihan menarik. Kekuatan memotret malam hari dan low light patut diapresiasi -- sesuatu yang sulit diperoleh pada smartphone.
Dengan harga yang ditawarkan pada kisaran Rp 6 jutaan (body only), calon pembeli M10 dapat menimbang-nimbang dengan seri poket Powershoot Canon G9X atau G5X terlebih dahulu. Tetapi jika ingin lebih maksimal dengan kemudahan gonta-ganti lensa dan kemampuan video yang apik, M10 layak diprioritaskan. (Ari/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed