Panasonic FZ1000: Prosumer yang Bisa Merekam Video 4K

Panasonic FZ1000: Prosumer yang Bisa Merekam Video 4K

- detikInet
Selasa, 17 Jun 2014 10:58 WIB
Panasonic FZ1000 (Ist.)
Jakarta -

Kamera prosumer pada umumnya memiliki kelebihan pada rentang zoom lensa yang sangat jauh, harga yang relatif murah dan relatif lebih kecil daripada sistem kamera DSLR.

Tapi kekurangan sebagian kamera prosumer adalah sensor gambarnya relatif kecil, kurang lebih seperti kamera saku, sehingga kualitas gambarnya terutama di kondisi cahaya gelap jauh lebih buruk daripada kualitas gambar dari kamera DSLR. Namun Panasonic FZ1000 memiliki sensor gambar yang lebih besar daripada kamera prosumer pada umumnya.

Sekilas, kamera Panasonic FZ1000 sangat mirip dengan kamera DSLR. Tapi bedanya, lensanya tidak bisa dilepas dan memiliki sensor gambar yang lebih kecil, yaitu sensor 1 inch, setara dengan sistem kamera Nikon 1 dan Samsung NX mini.

Kualitas sensor gambar 1 inch memang belum setara dengan kamera DSLR, tapi sudah jauh lebih baik dari sebagian besar kamera prosumer/saku. Contohnya di ISO yang agak tinggi seperti ISO 800, gambar masih sangat mulus dan kaya detail.

Gambar di ISO 3200 masih baik saat ditampilkan di layar monitor tablet, jejaring sosial. Kalau kamera saku biasanya di ISO 400, kualitas gambar sudah mulai menurun, dan pecah saat ISO 800.

Lensa FZ1000 juga tergolong cukup panjang, yaitu 25-400mm f/2.8-4 (16X zoom), memang tidak sepanjang prosumer yang lain yang mencapai 50X zoom, karena jika FZ1000 dirancang dengan zoom yang lebih panjang, ukurannya akan jauh lebih besar karena efek dari sensor gambar yang jauh lebih besar dari kamera prosumer lainnya.

Bukaan lensa yang cukup besar terutama di posisi lensa lebarnya memudahkan dalam mengumpulkan cahaya di kondisi cahaya gelap. Dengan sensor 1 inch, kamera ini mampu membuat latar belakang blur layaknya kamera DSLR/mirrorless, terutama saat di-zoom ke 200-400mm.

Panasonic juga memasukkan teknologi baru yaitu dapat merekam video dengan resolusi 4K selain full HD. Hal ini melampaui kapabilitas kamera DSLR saat ini yang sebagian besar masih mentok di resolusi full HD (1900x1080).

Memang, display/tv untuk menampilkan 4K masih sedikit, tapi dalam beberapa tahun ke depan kelihatannya bakal membanjiri pasar. Saat merekam video dengan resolusi Full HD, kita dapat memilih 100 fps, ideal untuk membuat video slow motion. Selain itu, Panasonic juga mengklaim autofokus yang lebih cepat. Kecepatan fokus mencapai 0,09 detik.



Sebenarnya, konsep prosumer bersensor relatif besar (1 inch) bukan sesuatu yang baru. Tahun lalu, Sony merilis Sony RX10, yang berkonsep sama.

Ada sedikit perbedaan antara kedua kamera, antara lain Sony memiliki lensa yang bukaannya konstan sampai zoom maksimum yaitu f/2.8, tapi sedikit lebih pendek (200 mm).

Sony RX10 memiliki layar LCD tambahan di atas untuk menghemat baterai dan memberikan info setting utama, dan layar LCD-nya bisa dimiringkan tapi tidak bisa diputar seperti Panasonic FZ1000.

Dibandingkan dengan Sony RX10 (2013), Panasonic FZ1000 sekilas terlihat lebih baik di segala lini, tapi jika dilihat lebih dekat lagi, bukaan lensa FZ1000 cepat sekali menutup saat kita melakukan zooming.

Di sekitar 105mm, lensa FZ bukaan maksimumnya hampir f/4, satu stop lebih kecil daripada Sony RX10. Artinya, dalam rentang fokal lensa 100-200mm, Sony RX10 dua kali lipat lebih terang dari FZ1000. Jadi, saat memotret di kondisi yang agak gelap, RX10 akan sedikit lebih unggul.

Kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera prosumer FZ1000 belum bisa setara kamera DSLR atau mirrorless bersensor besar, tapi sudah jauh lebih baik dari kamera ponsel atau sebagian besar kamera saku.

Kamera semacam ini cocok bagi traveller yang mungkin hanya ingin membawa satu kamera dengan lensa zoom panjang untuk berbagai kondisi dan medan.

Spesifikasi Panasonic FZ1000:

  • 20 MP sensor 1 inch
  • Lensa zoom ekuivalen 25-400mm terhadap kamera full frame
  • Bukaan lensa zoom f/2.8-4 (ekuivalen f/7.6-10.8)
  • Video 4K, AVCHD / MP4
  • Kapasitas baterai 360 CIPA standard
  • Dimensi: 137 x 99 x 131 mm
  • Berat 831 gram
  • Perkiraan harga: Rp 10 juta

 

Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.

Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com

(ash/ash)