Canon EOS 1D X Mark III Rilis di Indonesia, Harganya Rp 110 Juta

Canon EOS 1D X Mark III Rilis di Indonesia, Harganya Rp 110 Juta

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 22 Feb 2020 20:04 WIB
Canon EOS 1D X Mark III
Canon EOS 1D X Mark III. Foto: Dok. Canon
Jakarta -

Datascrip, distributor produk pencitraan digital Canon di Indonesia, resmi menghadirkan kamera DSLR full frame Canon EOS 1D X Mark III.

Ini adalah kamera full-frame Canon pertama yang dibekali dengan fitur perekaman video 5.5K RAW internal, serta teknologi prosesor gambar terbaru DIGIC X dan sensor CMOS full-frame 20,1 megapiksel yang menjadikan kamera cocok bagi para fotografer aksi cepat,seperti fotografi olahraga, satwa liar, jurnalistik hingga fotografi ekstrem.

"Kehadiran Canon EOS 1D X Mark III menjadi jawaban dari penantian fotografer profesional yang mendambakan kamera dengan kualitas gambar, kecepatan dan daya tahan di atas rata-rata. Konsistensi pengembangan teknologi sistem EOS mulai dari tingkat pemula hingga kelas pro seperti Canon EOS 1D X Mark III ini menjadi bukti Canon terus menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi," ujar Sintra Wong, Asst. Director Canon Marketing Division, pt. Datascrip dalam keterangan yang diterima detikINET.

Kecepatan dan Kualitas Gambar Tinggi
Hadir dengan prosesor gambar DIGIC X, kamera ini memiliki performa lebih dibanding prosesor DIGIC 6+ pada EOS 1D X Mark II. Prosesor gambar DIGIC X membantu EOS 1DX mark III untuk memotret dengan kecepatan tinggi, namun tetap menjaga kualitas gambar tetap tinggi.

Canon EOS 1D X Mark III memiliki kemampuan pengambilan gambar secara continuous dengan kecepatan 16 fps pada pemotretan melalui viewfinder dan 20 fps pada mode Live View dengan mode RAW dan RAW + JPEG serta AF/AE tracking. Dilengkapi dengan sensor AF terbaru yang lebih cepat 40x dari generasi sebelumnya serta kombinasi AI Servo AF IV, memberikan peningkatan kecepatan AF dan akurasi yang sangat signifikan. Ini sangat bermanfaat ketika membidik subjek yang bergerak cepat agar tetap fokus.

Adanya Filter Low-pass memainkan peran penting dalam pengambilan sampel cahaya dan menyesuaikannya dengan eksposur. Filter ini dapat meminimalisir efek moiré dan distorsi warna pada foto, sehingga keindahan foto tetap terjaga. Piksel pada kamera ini juga dibuat lebih padat, sehingga menghasilkan peningkatan titik AF yang lebih akurat.

Ada 191 titik AF yang mendukung bukaan lensa hingga f/8, dengan 65 cross-type AF pada bukaan lensa f/8, membuat kamera ini sangat cocok untuk digunakan dengan extender, terutama untuk pemotretan alam liar atau olahraga.

Kehadiran Dual Pixel CMOS AF (DAF) menjadikan proses fokus lebih cepat dalam melakukan tracking pada subjek bergerak dalam mode Live View. Saat melakukan pemotretan burst dengan kecepatan hingga 20 fps, fitur Head Detection AF akan tetap mempertahankan fokus pada kepala subjek sekalipun subjek menggunakan penutup kepala seperti helm atau topi.

Fotografer juga bisa memotret menggunakan fitur Eye Detection AF untuk menjaga fokus pada mata subjek. Pada mode Live View, fotografer bisa mendapatkan fokus yang sangat akurat hingga 3.869 titik AF yang dapat dipilih. Canon juga menyematkan LCD layar sentuh sehingga pengguna dapat dengan mudah memindahkan fokus yang diinginkan hanya dengan menyentuh layar.

Peningkatan Noise Reduction pada DIGIC X, serta peningkatan rentang ISO 100-102.400 (yang bisa perluas menjadi ISO 50-819.200), fotografer dapat terus memotret meskipun dalam kondisi pencahayaan minim. Kualitas gambar dalam rentang ISO 6.400-12.800 yang sering digunakan oleh pewarta foto dan fotografer olahraga tampak lebih menawan dengan kontrol noise yang semakin baik.

Canon EOS 1D X Mark III mempunyai format baru penyimpanan gambar, yaitu HDR PQ HEIF standar perekaman 10-bit untuk foto. Format ini menggunakan pendekatan resolusi tinggi dengan noise rendah. Standar baru ini bertujuan untuk mereproduksi gambar hampir mendekati aslinya, sehingga terlihat lebih detail dengan gradasi warna yang lebih halus. File dengan format HEIF juga dapat dengan mudah dikonversi ke format JPEG, baik melalui kamera atau menggunakan software Digital Photo Professional.