Senin, 26 Nov 2018 15:39 WIB

Fujifilm GFX 50R Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Enche Tjin - detikInet
Kamera Fujifilm GFX 50R yang baru dirilis di Indonesia (Foto: Dok. Enche Tjin) Kamera Fujifilm GFX 50R yang baru dirilis di Indonesia (Foto: Dok. Enche Tjin)
Jakarta - Setelah dirilis di Photokina 2018 pada bulan September lalu, Fujifilm GFX 50R akhirnya resmi hadir di Indonesia. Kamera ini diperkenalkan di Hotel Pullman, Jakarta, pada akhir pekan lalu, Sabtu (24/11/2018).

Bicara soal spesifikasi Fujifilm GFX 50R, ini merupakan sebuah kamera mirrorless medium format yang image sensornya berukuran 43.8×32.9mm, lebih besar daripada kamera full frame (36 x 24mm).

GFX 50R menemani kamera medium format Fuji yang lebih dahulu hadir dua tahun lalu yaitu GFX 50S. Berbeda dengan pendahulunya, GFX 50R memiliki rancang body rangefinder, yang bentuknya persegi panjang dengan jendela bidik di samping kiri atas kamera.




Membuka acara ini, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia Noriyuki Kawakubo mengatakan bahwa baru beberapa minggu lalu Fuji group mencanangkan kampanye NEVER STOP. Artinya Fuji akan berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik.


Fujifilm Luncurkan GFX50R, Ringkas dan TerjangkauPresiden Direktur Fujifilm Indonesia, Noriyuki Kawakubo. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Setelah sambutan singkat, acara dilanjutkan dengan pengenalan kamera mirrorless medium format yang relatif terjangkau ini. Menurut General Manager Electronic Imaging Fujifilm Indonesia Johanes Rampi, pilihan desain ini banyak diminta oleh fotografer pengguna Fujifilm.

Johanes menambahkan bahwa kelebihan Fujifilm GFX 50R terletak di ukuran dan beratnya yang relatif lebih tipis dan ringan (775 gram body) only tapi tetap memiliki jendela bidik built-in berkualitas tinggi.


Fujifilm Luncurkan GFX50R, Ringkas dan TerjangkauFoto: Dok. Enche Tjin


Fuji kini juga telah didukung secara software untuk pengolahan file RAW dan Tether shooting oleh Capture One, yang populer di kalangan fotografer profesional.

Dengan body berbahan alumunium, Fujifilm GFX 50R dirancang untuk kuat di kondisi outdoor yang extreme (weather and dust resistant) dan anti beku sampai -10 derajat Celcius.

Fungsi baru GFX 50R antara lain:

  • 35mm (full frame) format mode (kamera otomatis mengcrop foto saat mengunakan lensa full frame
  • Quick eye-sensor
  • Simultaneous delete for Raw & JPG
  • EVF/LCD White point color customization
  • 4 Flick function untuk touch LCD display
  • Bluetooth 4.0/Wi-Fi camera remote
  • Untuk 4 fungsi teratas juga tersedia untuk kamera GFX50S melalui firmware update.

Kinerja elektronik kamera yang ada di Fujifilm GFX 50R ini termasuk canggih, yaitu layar berukuran 3.2 inci dengan resolusi sangat tinggi 2.3 juta titik, dan layar juga bisa diputar 2 axis, yang memudahkan untuk membuat foto dengan low angle baik orientasi landscape (horizontal) maupun portrait (vertical).

Desain body atas kamera mirip dengan desain kamera rangefinder film jaman dulu dengan hadirnya roda shutter speed dan kompensasi eksposur yang tidak ada di GFX 50S. Selain itu ada joystick (8 direction lever), dan tombol-tombol fungsi yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan fotografer.

Di kesempatan ini, Johanes juga mengumumkan pengembangan Fujifilm GFX 102MP dengan arsitektur BSI CMOS dan X-Processor generasi 4. Kamera ini akan memiliki built-in stabilizer dan phase detection Hybrid AF dengan cakupan 100% frame. Teknologi ini untuk memastikan kamera dapat mengikuti / tracking subjek bergerak dengan baik.


Fujifilm Luncurkan GFX50R, Ringkas dan TerjangkauFoto: Dok. Enche Tjin


Untuk lensanya, GFX kini memiliki 6 lensa yang siap digunakan, di tahun 2019 akan hadir lensa 50mm f/3.5, yang ukurannya sangat compact, sangat cocok untuk digunakan di GFX 50R. Karena crop factor medium format Fuji adalah 0.8x, maka lensa tersebut ekuivalen dengan 40mm di format full frame.

Untuk pengguna kamera Fuji berformat APS-C (seri X), ada dua lensa XF yang diluncurkan, yaitu XF 200mm f/2 OIS + XF 1.4X Teleconverter dan XF 8-16mm f/2.8. Dengan teleconverter terpasang, lensa 200mm ini akan ekuivalen dengan 427mm f/2.8 (full frame/35mm format). Sebagai penutup, Johanes mengumumkan kertas foto baru Fujicolor Crystal Archive Profesional Paper Maxima.




Dalam kesempatan launching ini fotografer yang berbasis di Bali, Govinda Rumi, mengatakan bahwa GFX 50R membuatnya slowing down, artinya lebih memikirkan komposisi, cahaya, dan detail. Govinda mencoba di sekitar pantai-pantai di Bali dan mengatakan bahwa tekstur air yang dihasilkan kamera ini lebih jelas detailnya.

Ia juga memuji desain layar Fujifilm GFX 50R yang bisa di tilt ke atas sehingga saat street photography, subjek yang difoto bisa lebih rileks. Saat editing file RAW dynamic rangenya sangat membantu sehingga bisa memulihkan detail di daerah shadow.

Lensa yang disukainya adalah 63mm f/2.8, alasannya karena paling ringkas saat itu. Untuk foto pre-wedding, di mana kadang harus memotret dengan kondisi backlight, hasil fotonya masih tetap bagus detailnya dan gradasi antara terang gelapnya mulus. Sebagai tambahan ia juga menyukai fitur electronic shutter di Fujifilm GFX 50R, yang lumayan silent sehingga dapat memotret secara candid/diam-diam.




Setelah acara peluncuran, para tamu undangan dipersilahkan untuk mencoba kamera Fuji GFX50 dan lensa XF baru, di exhibition hall yang memamerkan karya-karya fotografer pengguna GFX50, di antaranya Dewandra Djelantik, Haryanto Rusmin, Dr. Tompi, Govinda Rumi, dan Gathot Subroto.

Pada masa pre-order harga Fujifilm GFX 50R adalah Rp 69.999.000 untuk body only, Rp 79.999.000 bersama lensa GF 63mm f/2.8, Rp 82.999.000 dengan lensa GF 45mm f/2.8, dan Rp 91.999.000 dengan lensa 23mm f/4. Sedangkan lensa XF 8-16mm f/2.8 berharga Rp 26.999.000 dan lensa XF200mm f/2 berharga Rp 82.999.000.


(jsn/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed