Sony Alpha 9 adalah kamera mirrorless dengan sensor full frame yang punya resolusi 24,2 megapixel. Dibanding A7 II, sensor ini memang masih kalah dari segi resolusi, karena kamera tersebut punya resolusi 42,4 megapixel.
Namun lain cerita kalau membandingkan kecepatan continous shootingnya. Alpha 9 bisa dipakai memotret dengan kecepatan 20 fps sampai dan bisa merekam 241 foto RAW atau 362 foto JPEG tanpa jeda berkat prosesor BIONZ terbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alpha 7R Mark II mengunggulkan besaran resolusi, A7S Mark II menonjolkan sensitivitas cahaya, sementara Alpha 9 mengedepankan kecepatan," ujar Gabriel Bambang, Product Marketing, Marketing Division PT Sony Indonesia dalam acara perkenalan produk ini di Jakarta, Jumat petang (10/6/2017).
sony alpha 9. Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati |
Kecepatan ini juga dibantu dengan autofokus 693 titik focal plane phase detection. Sistem autofokus ini bisa mengkalkulasi 60 titik tracking AF/AE tiap detiknya.
Rentang ISO-nya dari 100 sampai 51.200 dan bisa ditingkatkan sampai 204.800. Angka ini belum mencapai rentang ISO yang bisa dicapai oleh A7S, namun Alpha 9 punya resolusi dua kali lipat lebih tinggi.
Viewfindernya berpanel OLED dengan resolusi quad VGA, yang merupakan viewfinder paling terang dan resolusi paling tinggi. Sony bahkan berani mengklaim electronic viewfinder (EVF)-nya ini bisa memberikan semua keuntungan menggunakan EVF, dan bahkan tak bisa disaingi viewfinder optik yang paling bagus.
Meski sudah siap-siap untuk meluncurkan Alpha 9 di Indonesia, Sony masih merahasiakan tanggal peluncuran kamera jagoannya ini, begitu juga dengan harga jualnya nanti. Namun sebagai perbandingan, di Amerika Serikat, Alpha 9 dijual dengan harga hampir mencapai USD 4.500 untuk body only, atau sekitar Rp 60 juta (USD 1 = Rp 13.300).
(asj/yud)
sony alpha 9. Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati