Panasonic mengumumkan dua lensa baru yang sedang dikembangkan yaitu Leica DG 100-400mm f/4-6.3 dan Lumix G 25mm f/1.7. Lensa pertama memiliki focal length (jarak fokus) ekuivalen dengan 200-800mm dengan kamera format 35mm. Dengan rentang focal length yang begitu jauh, lensa ini cocok sekali untuk foto satwa liar dan olahraga.
Lensa yang kedua, 25mm f/1.7, memiliki focal length ekuivalen dengan 50mm, populer untuk foto sehari-hari karena perspektif hasil fotonya mirip dengan mata manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi autofocus yang digunakan di kamera digital biasanya ada dua macam, yaitu phase detect dan contrast detect. Teknologi phase detect biasanya digunakan di kamera DSLR dan sudah teruji sangat cepat untuk fotografi terutama subjek bergerak, dan contrast detect biasanya digunakan di kamera digital compact dan mirrorless.
Contrast detect memiliki akurasi yang sangat tinggi, namun cukup lambat, terutama jika digunakan di kamera dengan image sensor yang relatif besar. Ada juga gabungan keduanya, yang disebut juga dengan teknologi hybrid, yang merupakan perpaduan teknologi phase dan contrast detection.
Panasonic mengunakan teknologi autofocus yang berbeda, yaitu DFD (Depth From Defocus), teknologi ini sebenarnya mirip dengan contrast detect, namun yang dipercepat. Percepatan fokus dimungkinkan karena kamera dan lensa Panasonic tertentu dapat menganalisis karakter lensa dan depth of field (Ruang tajam). Kecepatan AF menjadi lebih cepat untuk subjek diam maupun bergerak.
Sayangnya teknologi ini hanya berlaku di beberapa kamera terbaru Panasonic termasuk Panasonic GH4, G7, GX8, dan juga lensa-lensanya harus juga compatible. Lensa-lensa pihak ketiga seperti dari Olympus, Sigma, tidak akan mendapatkan keuntungan dari teknologi autofokus ini.
Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.
Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com. (ash/ash)