EOS 760D punya LCD kedua yang terletak di bagian atas kamera. Fungsinya untuk menampilkan beberapa pengaturan utama kamera, seperti ISO, level exposure dan daya tahan baterai layaknya kamera profesional. EOS 760D juga punya fitur high dynamic range (HDR) dan digital zoom hingga 10x pada mode video.
Canon juga menyematkan sebuah tombol putar tambahan pada bagian atas kamera untuk memudahkan pengaturan kamera. "Menurut survei, banyak pengguna yang minta ada tombol putar tambahan di bagian atas kamera," ujar Yase Defirsa Cory, Marketing Manager, Canon Image Communication Product Division of PT Datascrip, saat peluncuran produk ini di Jakarta, Selasa (30/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai peruntukannya, DSLR kelahiran Jepang ini dilengkapi fitur untuk fotografer pemula, yaitu EOS Scene Analysis dan Automatic Exposure. Keduanya membuat kinerja kamera lebih sensitif dan akurat dalam mendeteksi kulit dan mengenali subjek manusia.
Ini berguna untuk menjaga agar fokusnya saat digunakan memotret manusia tak melenceng. Dari 19 titik autofokus yang tersedia, semuanya berjenis cross-type yang diklaim lebih akurat dan cepat dalam mencari fokus, baik dalam posisi vertikal maupun horizontal.
EOS 750D dan 760D menggunakan sistem autofokus Hybrid CMOS AFIII yang juga diklaim membuat autofokus lebih gegas. Dan untuk memudahkan pengaturan kamera, LCD belakangnya bisa diputar dan merupakan layar sentuh.
Selisih harga kamera dengan konektivitas WiFi dan NFC terpaut sekitar Rp 1 juta. Bodi EOS 750D dilepas dengan harga Rp 8,475 juta sementara EOS 760D Rp 9,325 juta. Untuk paket bodi dan lensa, 750D tersedia dengan pilihan lensa 18-55 mm dan 18-135 mm STM. Sementara EOS 760D hanya tersedia dengan lensa 18-135 mm STM.
Datascrip menargetkan bisa menjual kedua DSLR anyar ini sebanyak 6000 unit hingga akhir tahun. "Mungkin angka penjualan dari 750D akan lebih tinggi, karena harganya lebih murah," ujar Sintra Wong, Manager Divisi Canon, PT. Datascrip yang ditemui detikINET selepas acara peluncuran.
(asj/fyk)