Di era digital, kamera yang baru akan terasa usang dua tahun ke depan karena pembaharuan komponen kamera. Dengan kemampuan berganti sensor gambar, kita tidak perlu mengganti keseluruhan kamera.
Jika ingin memperbaharui (upgrade) kualitas gambar, Anda tinggal membeli modul sensor gambarnya saja dan memasangnya ke badan kamera. Karena bisa berganti-ganti modul, maka sistem ini bisa disebut kamera modular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lensor adalah modul gabungan unit lensa dan sensor gambar. Tapi hasil penjualan produk ini tidak begitu baik, sehingga setelah beberapa modul lensor diluncurkan, dalam 1-2 tahun terakhir ini tidak terdengar lagi rencana jangka panjang Ricoh dengan sistem ini.

(Nikon modular)
Ricoh GXR bisa dianggap gagal karena sensor gambar berkembang cepat dari tahun ke tahun, dan jika digabungkan dengan lensa, berarti pengguna harus membeli lensor baru yang mahal setiap kali menginginkan kualitas gambar yang lebih bagus di masa depan.

(Nikon modular)
Pendekatan Nikon berbeda dengan Ricoh GXR. Nikon tidak menggabungkan lensa dengan sensor gambar. Bayangkan, kita bisa memasang modul sensor gambar Nikon 1, yang relatif kecil ukurannya sehingga dapat mengubah panjang fokal lensa Nikkor dari 200mm menjadi 200 X 2.7 = 540mm.
Dengan aksi ini, maka aktivitas bersafari di Afrika kian mantap. Anda juga bisa memasang modul sensor gambar full frame (FX) untuk mendapatkan pemandangan yang sangat lebar dan kualitas gambar yang baik di ISO tinggi.
Selain fleksibilitas, keuntungan lainnya adalah kita tidak perlu selalu belajar dan membiasakan diri setiap kali kita membeli / upgrade kamera baru. Saya sendiri mengunakan dua kamera Nikon D700 dan D600, dan setiap kali ganti kamera, saya agak pusing sedikit karena posisi tombol, tuas dan menunya tidak sama.
Konsep teknologi "interchangeable sensor" ini kedengarannya menarik bukan? tapi bagi produsen kamera, ide ini sebenarnya tidak begitu menguntungkan bagi mereka.
Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com.
(sha/fyk)