Instagram mungkin telah meredam kontroversi dengan cepat terkait term and condition penggunaan foto anggotanya untuk keperluan komersial. Tapi sayangnya, itu belum mampu meredam kekhawatiran para penggunanya.
Buktinya, niat mereka untuk meninggalkan Instagram tetap tak berubah meski syarat di layanan jejaring social berbasis foto itu telah diluruskan dan menjadi lebih lunak.
Ryan Cox, konsultan manajemen ExacTarget, misalnya. Ia mengaku sudah berpindah dari Instagram ke aplikasi berbagi foto milik Yahoo, Flickr, dimana ia memiliki kontrol yang jauh lebih baik atas fotonya. Menurutnya, kisruh Instagram pekan lalu telah menjadi semacam 'wake-up call'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan seperti Google, Twitter, Yelp dan Facebook memang menawarkan diri sebagai layanan gratis bagi pengguna untuk menyimpan dan berbagi foto mereka yang paling intim, rahasia, dan penuh kenangan.
Namun untuk berkembang dalam jangka panjang, perusahaan ini juga terus mencari cara baru untuk memasarkan data pribadi mereka yang menumpuk. Mereka terus-menerus harus mendorong agar bisa menghasilkan uang, sambil berharap pengguna juga tidak menyadari atau tidak peduli.
Seperti dilaporkan, inilah yang ditakutkan oleh pengguna Instagram. Sebab, bukan tak mungkin layanan tersebut melakukan hal serupa.
(tyo/rou)