Lomo beradaptasi dengan kondisi sekarang di mana situs jejaring sosial membawa pengaruh di jagat fotografi. Benar, Lomography tidak ingin diam di tempat.
Merespons minat pengguna kamera yang menginginkan hasil bidikannya mejeng di situs seperti Facebook atau Flickr, Lomonesia (komunitas Lomography Indonesia) memungkinkan pengguna untuk mendigitalisasi foto yang diambil dari kamera Lomo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β

Β

(Proses scan film negatif Lomo)
Β
Dengan proses tersebut, maka pengguna kamera Lomo bisa lebih mudah mengupload fotonya ke situs-situs favorit.
Lomograpy Embassy Store, toko Lomo resmi di Indonesia menyediakan layanan tersebut. Namun tentu saja, karena ini adalah hasil bidikan kamera analog, agaknya untuk melakukan pengeditan foto dengan memakai software olah foto seperti Photoshop pantang dilakukan.
"Kalau mau upload ya ditransformasi, namun untuk warna kita dilarang mengedit, apa yang discan ya itu yang terjadi," ujar Satria Ramadhan yang aktif di Lomonesia dan dipercaya sebagai Project Manager.
Berbicara mengenai dunia digital, bagaimana sebenarnya Lomo memposisikan dirinya? "Kamera ini bisa dikatakan sebagai alternatif di jagat fotografi," ujarnya saat berbicang dengan detikINET.
Ia menambahkan, banyak pecinta kamera yang mulai mengkoleksi kamera-kamera yang memiliki desain unik ini. Dan keberadaan kamera digital dengan desain retro seperti yang dikeluarkan Fujifilm serta Leica membuktikan bahwa ada rasa 'kekangenan' dengan kamera analog.
Kemudian menanggapi banyaknya aplikasi foto bagi piranti mobile yang menawarkan foto bergaya lomo secara instan, Satria berujar,"Sedikit menyayangkan dan tak jarang gara-gara itu terjadi salah paham".
"Banyak pertanyaan yang masuk menanyakan 'ada yang jual lomo digital gak?', padahal kan lomo itu analog, menggunakan film," tambahnya menutup perbincangan.
Kamera Lomo banyak digandrungi karena hasil foto yang dihasilkannya. Bentuk pirantinya juga terbilang unik dengan material plastik dan warna yang beragam.
Β

(Hasil foto dari kamera Lomo-Lomonesia)
Β
Sejauh ini ada sekitar 15 jenis kamera Lomo termasuk Holga, Diana dan Fish Eye. Mengenai komunitas di Indonesia yang menggeluti kamera ini, bisa dibaca di berita sebelumnya yang mengupas tentang Lomonesia.
(sha/ash)