Berbagai brand menawarkan smartwatch yang semakin canggih. Namun, G-Shock justru merilis jam tangan analog seri 2500 di Singapura, dengan desain yang klasik. Foto: Rahmi Anjani/detikcom
Suasana peluncuran G-Shock seri 2500 di Singapura. G-Shock bermaksud mengembalikan esensi sekaligus gaya. Foto: Rahmi Anjani/detikcom
G-Shock GAC-2500 berbahan resin penuh yang mengutamakan fungsi dan fleksibilitas untuk sehari-hari. Foto: Rahmi Anjani/detikcom
Sedangkan G-Shock GMC-2500 dengan aksen logam menawarkan tampilan lebih premium. Foto: Rahmi Anjani/detikcom
Adapun G-Shock GMC-2500D tampil dengan bracelet logam yang elegan. Foto: Rahmi Anjani/detikcom
G-Shock seri 2500 tampil tanpa display digital. Mengutamakan kepraktisan, produk itu juga dimaksudkan untuk menghidupkan budaya membaca sekaligus pengingat waktu di tengah gaya hidup yang serba cepat. Foto: Rahmi Anjani/detikcom
Shingo Yamaga, Managing Director, CASIO South East Asia. G-Shock seri 2500 mengusung slogan 'Toughness refined'. Ketangguhan produk jadi kunci utama. Foto: Rahmi Anjani/detikcom