Deretan Produk Google yang Gagal Total, Terbaru Ada Stadia

Deretan Produk Google yang Gagal Total, Terbaru Ada Stadia

ADVERTISEMENT

FotoINET

Deretan Produk Google yang Gagal Total, Terbaru Ada Stadia

Pool - detikInet
Senin, 03 Okt 2022 19:44 WIB

Jakarta - Google sering meluncurkan produk baru yang ambisius yang sayangnya tidak bertahan lama. Berikut deretan produk Google dari tahun ke tahun yang gagal total.

stadia controller

Stadia jadi produk terbaru yang masuk dalam 'kuburan' produk gagal Google. Layanan cloud gaming ini diluncurkan pada Maret 2019 dan akan dimatikan pada 18 Januari 2023. Foto: Google

Google Glass

Kacamata pintar Google Glass merupakan produk ambisius yang diluncurkan pada tahun 2012. Sayangnya produk ini tidak pernah sampai ke tangan konsumen dan Google mengakhiri proyek Glass pada Januari 2015. Foto: Getty Images

Google Plus

Google+ merupakan layanan media sosial yang diluncurkan Google pada tahun 2011 sebagai pesaing Facebook. Sayangnya Google+ tidak bisa bersaing dengan kompetitornya, dan setelah mengalami beberapa kasus kebocoran data Google+ ditutup pada tahun 2019. Foto: istimewa

Produk gagal Google

Jaiku merupakan salah satu dari sekian banyak layanan media sosial Google yang gagal. Diluncurkan pada tahun 2007 sebagai pesaing Twitter, Jaiku terpaksa gulung tikar pada tahun 2012. Foto: Screenshot/Archive.org

Google Buzz

Google Buzz merupakan layanan jejaring sosial yang terintegrasi dengan Gmail. Pertama kali diluncurkan tahun 2010, Google Buzz langsung dimatikan setahun setelahnya karena masalah privasi. Foto: Google Buzz

Nexus Q

Nexus Q bisa dibilang sebagai salah satu produk Google yang paling gagal sepanjang sejarah. Produk ini memiliki fungsi utama seperti Chromecast, untuk memutar video atau audio dari internet. Tapi karena kontrol yang terbatas dan harga yang kelewat mahal, Nexus Q dimatikan pada akhir tahun 2012, hanya beberapa bulan setelah dipamerkan di event Google I/O 2012. Foto: Dok. Google

NEW YORK, NY - NOVEMBER 07:  Googles modular phone (Project Ara) at Engadget Expand New York 2014 at Javits Center on November 7, 2014 in New York City.  (Photo by Bryan Bedder/Getty Images for Engadget Expand)

Lagi-lagi proyek Google yang terlalu ambisius tapi berujung gagal total. Project Ara adalah proyek HP modular yang memungkinkan pengguna untuk mengganti komponen dan modul ponsel layaknya bongkar pasang Lego. Sayangnya ponsel ini tidak pernah dirilis secara publik dan Project Ara dihentikan pada tahun 2016. Foto: Ponsel modular Google (GettyImages)

Produk gagal Google

Google Lively merupakan layanan ruang virtual 3D yang memungkinkan pengguna mengakses informasi atau chat dengan orang lain dalam satu ruang. Kurang lebih mirip seperti tren metaverse saat ini. Sayangnya Google Lively hanya bertahan selama empat bulan sebelum dimatikan pada Desember 2008. Foto: Google

Produk gagal Google

Google Answers diluncurkan sebagai pesaing Yahoo Answers tapi versi berbayar. Pengguna bisa mengajukan pertanyaan kepada ahli dan harus membayar biaya tertentu (USD 2 sampai USD 200) untuk mendapatkan jawabannya. Tentu saja popularitas Google Answers tidak bisa mengalahkan Yahoo Answers dan layanan ini dimatikan pada tahun 2006. Foto: Google

Produk gagal Google

Knol merupakan layanan Google untuk menyaingi Wikipedia. Knol mengumpulkan artikel yang ditulis pengguna terkait topik tertentu dan menjanjikan cuan bagi kontributor. Sayangnya Knol tidak bisa bersaing dengan Wikipedia yang makin populer dan dipensiunkan pada tahun 2012. Foto: Google

Google Wave

Google Wave diluncurkan sebagai platform kolaborasi di mana pengguna bisa mengerjakan dokumen secara besama-sama. Sayangnya pengguna justru bingung dengan cara kerjanya dan proyek ini dihentikan pada Agustus 2010. Foto: Google Wave

Orkut

Lagi-lagi produk media sosial Google yang gagal, Orkut dirancang sebagai tempat bagi pengguna untuk mencari teman baru. Media sosial ini sempat populer di India dan Brasil tapi sayangnya tidak mampu menyelamatkan orkut dari ancaman kegagalan. Orkut kemudian dimatikan pada tahun 2014. Foto: Orkut

Produk gagal Google

Sebelum menjadi pemilik YouTube, Google juga punya layanan berbagi video sendiri bernama Google Video. Ironisnya, Google Video diluncurkan pada tahun 2005 sebagai pesaing YouTube yang saat itu sudah menjadi platform video-sharing populer. Setelah Google mengakuisisi YouTube pada tahun 2006, Google Video mulai ditelantarkan dan akhirnya dipensiunkan pada tahun 2009. Foto: Google

stadia controller
Google Glass
Google Plus
Produk gagal Google
Google Buzz
Nexus Q
NEW YORK, NY - NOVEMBER 07:  Googles modular phone (Project Ara) at Engadget Expand New York 2014 at Javits Center on November 7, 2014 in New York City.  (Photo by Bryan Bedder/Getty Images for Engadget Expand)
Produk gagal Google
Produk gagal Google
Produk gagal Google
Google Wave
Orkut
Produk gagal Google
(/)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT