Detik-detik Bill Gates Digigit Hewan Berbahaya di Yogyakarta

Detik-detik Bill Gates Digigit Hewan Berbahaya di Yogyakarta

ADVERTISEMENT

FotoINET

Detik-detik Bill Gates Digigit Hewan Berbahaya di Yogyakarta

Pool - detikInet
Rabu, 24 Agu 2022 18:10 WIB

Jakarta - Bill Gates sedang mengenang momen kunjungan ke Yogyakarta dan digigit hewan yang menurutnya paling berbahaya di dunia. Inilah ceritanya.

Bill Gates di Yogyakarta

Ini adalah momen detik-detik Bill Gates digigit nyamuk Aedes aegypti di Yogyakarta. Peristiwa tahun 2014 silam ini diceritakan lagi oleh Bill Gates sekarang. Foto: Blog Bill Gates

Bill Gates di Yogyakarta

Bill Gates pada tahun 2014 silam berani digigit nyamuk Aedes aegypti karena nyamuk tersebut sudah diinokulasi dengan bakteri Wolbachia sehingga tidak bisa menyebarkan penyakit demam berdarah. Foto: Blog Bill Gates

Pengembangbiakan nyamuk berwolbachia

Menyambut Mosquito Week 2022, Bill Gates membuat tulisan mengenang kunjungan ke Indonesia tahun 2014. Dia melihat penelitian nyamuk demam berdarah di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, yang diberikan bakteri Wolbachia supaya tidak bisa menular lagi. (Foto: Bagus Kurniawan/detikcom)

Pengembangbiakan nyamuk berwolbachia

Laboratorium untuk meneliti Wolbachia ini juga mendapat pujian dan dukungan dari Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Bagus Kurniawan

Nyamuk yang terinfeksi dua jenis bakteri Wolbachia diyakini dapat mengawasi penyebaran virus demam berdarah dan Zika. Foto: Cameron Simmons. (Credit: ABC licensed)

Menurut Bill Gates, nyamuk yang terinfeksi bakteri Wolbachia diyakini dapat mencegah penyebaran virus demam berdarah dan Zika (Foto: Cameron Simmons/ABC licensed)

Ember berisi telur nyamuk wolbachia di Bantul.

8 Tahun telah berlalu sejak kunjungan Bill Gates ke Yogyakarta. Menurut Bill Gates, penelitian nyamuk di Yogyakarta telah sukses berkembang. Ini adalah foto ember telur nyamuk yang sudah diberi bakteri Wolbachia pada Juli 2022 lalu di Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Bill Gates di Yogyakarta

Bill Gates mengatakan pada tahun 2021, nyamuk yang membawa Wolbachia mengurangi kasus dengue di Yogyakarta sebesar 77 persen dan mengurangi perawatan akibat dengue sebesar 86 persen. Foto: Blog Bill Gates

Bill Gates di Yogyakarta

Wadah ini berisi bakteri Wolbachia. Bakteri ini ada pada 70% serangga dunia dan tidak berbahaya untuk manusia. Namun, bakteri ini tidak ada pada nyamuk Aedes aegypti secara alami, sehingga harus ditularkan secara sengaja di laboratorium. Foto: Blog Bill Gates

Bill Gates di Yogyakarta

Nyamuk yang diberikan bakteri Wolbachia akan kehilangan kemampuan mereka menularkan penyakit seperti demam berdarah, zika dan chikungunya. Foto: Blog Bill Gates

Bill Gates di Yogyakarta

Nyamuk yang sudah terkena bakteri Wolbachia dilepas ke alam agar kawin dengan nyamuk Aedes aegypti, sehingga nyamuk dengan bakteri Wolbachia ini terus tersebar makin luas dan akhirnya menurunkan wabah demam berdarah. Foto: Blog Bill Gates

Bill Gates di Yogyakarta
Bill Gates di Yogyakarta
Pengembangbiakan nyamuk berwolbachia
Pengembangbiakan nyamuk berwolbachia
Nyamuk yang terinfeksi dua jenis bakteri Wolbachia diyakini dapat mengawasi penyebaran virus demam berdarah dan Zika. Foto: Cameron Simmons. (Credit: ABC licensed)
Ember berisi telur nyamuk wolbachia di Bantul.
Bill Gates di Yogyakarta
Bill Gates di Yogyakarta
Bill Gates di Yogyakarta
Bill Gates di Yogyakarta
(/)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT