Dia adalah Ugur Gallen seorang seniman yang tergerak hatinya untuk menyebarkan kedamaian dengan membuat gabungan foto perbandingan yang menohok dari konflik Palestina. (Foto: Instagram/ugurgallen)
Dia menggabungkan foto karya fotografer lain menjadi sebuah foto yang kontras seperti pria Palestina merawat anaknya yang terluka. (Foto: Instagram/ugurgallen)
Gallen tinggal di negara Turki, di mana tempat ia tinggal berdekatan dengan daerah konflik termasuk Palestina. (Foto: Instagram/ugurgallen)
Setelah terjadi serangan Israel terhadap Palestina, Gallen mengeluarkan karya foto terbarunya, kolase negara perang dan damai. Seperti kolase bom Israel dengan gerhana matahari (Foto: Instagram/ugurgallen)
Fotonya menyayat hati, dimanaΒ di negara lain yang lebih damai memiliki tingkat kehidupan aman dan sejahtera dibandingkan Palestina. (Foto: Instagram/ugurgallen)
Boneka yang digendong bocah Palestina pun juga turut lusuh dan seolah penuh luka. (Foto: Instagram/ugurgallen)
Sebelum ini, dia juga membuat kolase foto negeri-negeri konflik lainnya (Foto: Instagram/ugurgallen)
Hasil foto-fotonya bikin menyayat hati, ia kerap membagikan di akun Instagramnya yang kini sudah memiliki ribuan followers. (Foto: Instagram/ugurgallen)
"Gambar lebih efektif dari seribu kata," ujarnya. (Foto: Instagram/ugurgallen)
"Solusi untuk krisis dapat digambarkan dengan banyak kata rumit, tetapi Anda tidak perlu tahu bahasa untuk membaca dan memahami sebuah karya seni. Seni adalah penguasa semua bahasa," tambahnya. (Foto: Instagram/ugurgallen)
Β Anak-anak di daerah konflik tidak bisa bermain virtual reality (Foto: Instagram/ugurgallen)
Β Orang tua dan bayi yang menjadi korban konflik (Foto: Instagram/ugurgallen)
Anak-anak terpaksa bermain di tempat yang hancur (Foto: Instagram/ugurgallen)
Foto-fotonya sungguh menyayat hati (Foto: Instagram/ugurgallen)
Di negara konflik membawa mayat, beda di negara aman yang bawa piala penghargaan. Foto: Instagram/ugurgallen
Pilu! Bagaimana seorang bayi jadi korban di negara perang. Foto: Instagram/ugurgallen
Seorang bayi dari konflik di Yaman (Foto: Instagram/ugurgallen)