Bill Gates lahir di keluarga berada. Sejak kecil, ia sudah suka membaca dan sangat tertarik pada dunia teknologi. βSaat 13 tahun dia sudah gandrung dengan komputer,β begitu pengakuan ayahnya. Foto: Facebook
βDia sungguh pintar. Dia sungguh kompetitif, dia ingin menunjukkan padamu seberapa pintar dirinya. Dan dia sangat sangat gigih," sebut Paul Allen, pendiri Microsoft yang lain. Foto: Facebook
Dia juga sudah sangat gandrung membaca sejak kecil. βMembaca adalah salah satu cara utama bagiku untuk belajar dan telah kulakukan sejak masa kanak-kanak,β kata dia. Foto: Facebook
Ini saat dia berumur sekitar 13 tahun. Waktu itu dia sudah memimpikan mendirikan bisnis sendiri. Foto: Facebook
Ia gemar sekali berbicara soal teknologi dengan teman-temanya dan sangat aktif. Di rumah, ia nakal. Pada sebuah makan malam ketika Gates masih remaja, ia berkata cukup kasar pada sang ibu karena sebuah pertengkaran. Sang ayah pun melempar botol minum ke wajah anaknya. Ia kecewa anaknya menjadi bandel. Foto: Facebook
Saat lulus SMA jelang kuliah di Harvard. Ia pernah dibawa ke terapis. Sang konselor menyatakan bahwa pada akhirnya, sang anak akan menang dalam 'pertengkaran' sehingga disarankan jangan terlalu mengekangnya. Ibu dan ayah Gates akhirnya membiarkan anaknya tumbuh mandiri dan tidak terlalu mengekangnya lagi. Gates pun gemar berpetualang untuk menyalurkan hobinya mengutak atik komputer. Foto: FacebookΒ
Di Harvard, kesukaannya pada komputer semakin menjadi-jadi, ditunjang lingkungan yang berkualitas, penuh anak pintar. Dia pun coding siang dan malam tak kenal waktu. Foto: FacebookΒ
Akhirnya bersama Paul Allen, Bill mendirikan Microsoft pada tahun 1975. Foto: Facebook
Dan sisanya adalah sejarah yang sudah ditulis berulang-ulang. Bill drop out dari Harvard dan menjadikan Microsoft perusahaan software terbesar di dunia. Pundi-pundinya pun menumpuk. Foto: Facebook
Ini foto baruΒ Bill Gates yang masih sehat dan segar. Ia sekarang banyak melakukan aktivitas kemanusiaan dan tak lagi begitu aktif di Microsoft. Foto: Facebook