Melongok Dapur Pembuatan Ponsel Asus di Batam

FotoINET

Melongok Dapur Pembuatan Ponsel Asus di Batam

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 17 Apr 2018 15:12 WIB

Jakarta - Sebuah pabrik di Batam menjadi dapur Asus meracik dan membuat ponsel. Opsi hardware dipilih Asus dalam memenuhi aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN 4G).

Aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bagi Asus sama sekali bukan sesuatu yang menyulitkan. Asus justru melihatnya sebagai sebuah tantangan dan kesamaan misi untuk menghadirkan produk yang bagus bagi konsumen di Indonesia. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Asus bekerjasama dengan pabrik PT. Satnusa Persada yang berlokasi di Batam sejak 2015. Tingkat pemenuhan TKDN Asus saat ini sudah mencapai 30%. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

PT Satnusa Persada dipilih Asus sebagai mitra karena dinilai sebagai salah satu pabrikan terbaik dan punya pengalaman panjang dengan kemampuan sangat memadai dalam urusan manufakturing. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Di pabrik ini, seluruh proses perakitan ponsel Asus dilakukan. Mulai dari pemasangan komponen PCB, melalui berbagai proses 'penyiksaan' dengan dibanting seperti tampak dalam foto ini, hingga menjelma sebagai produk jadi yang siap dipasarkan. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Asus mengklaim sebagai vendor ponsel pertama yang melakukan proses produksi ponsel secara completely knocked down (CKD) pada 2017. Ini berarti, proses perakitan ponsel dilakukan mulai dari perakitan komponen PCB (Surface Mount Technology/SMT) hingga berbentuk produk jadi. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

"Standar TKDN 30% bisa cepat kami capai berkat adanya SMT line. Kelebihan lainnya, kami punya lini produksi yang komprehensif dibandingkan kompetitor yang hanya perakitan. Kita mulai dari perakitan sparepart sampai jadi, kita lakukan di sini, gak cuma assembling komponen yang tinggal pasang," kata Head of Public Relations Asus Indonesia Muhammad Firman. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

CKD manufakturing dikatakan Asus memberi keuntungan dari sisi kontrol kualitas yang lebih komprehensif. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Diakui Asus, upayanya memenuhi TKDN dengan menggeber sisi hardware berdampak pada ongkos produksi ponselnya sendiri. Asus memaklumi jika ada sebagian orang menyebut ponsel Asus mahal. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

"Jadi effort untuk membuat perangkat ini luar biasa. Mungkin orang-orang bandingkan ponsel ini speknya sama dengan yang lain tapi kenapa lebih mahal? Karena kita 100% dibikin di sini," kata Head of Public Relations Asus Indonesia Muhammad Firman. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Asus tidak menyebutkan berapa besar investasi yang dialokasikannya demi TKDN dari sisi manufakturing. Namun Presiden Direktur PT Satnusa Persada Abidin Hasibuan memberikan gambaran, investasi untuk per line produksi bisa mencapai USD 4 juta. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Upaya ekstra yang harus dilakukan untuk memenuhi TKDN, bagi Asus bukan masalah karena sudah merupakan aturan dari pemerintah. Dengan TKDN, Asus dimungkinkan melakukan transfer teknologi dan tak hanya melihat Indonesia sebagai pasar saja. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Ini adalah proses produksi ponsel Asus yang hampir selesai saat berada di bagian pengepakan ini. Jika sudah selesai, ponsel siap dikirimkan untuk dijual ke konsumen. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

(/)