Kisah Pria DO Jadi Juragan Komputer Berduit Rp 324 Triliun

FotoINET

Kisah Pria DO Jadi Juragan Komputer Berduit Rp 324 Triliun

Istimewa - detikInet
Selasa, 17 Apr 2018 07:01 WIB

Jakarta - Gagal kuliah tapi punya naluri bisnis tinggi dan suka bekerja keras membuat pria ini merengkuh kejayaan besar di dunia komputer.

Michael Dell lahir 23 Februari 1965 di Houston, Texas, Amerika Serikat. Dia lahir dari keluarga imigran Yahudi cukup berada. Sama seperti mayoritas pentolan lain di dunia teknologi, Michael sudah tertarik mengutak atik komputer sejak kecil. Dia membeli sebuah kalkulator saat berumur 7 tahun. Foto: istimewa

Bakat bisnisnya sudah kelihatan sejak kecil. Umur 12 tahun, Dell bekerja paruh waktu sebagai pelayan di restoran China. Menginjak SMA, Michael jualan koran. Tamat SMA, Michael melanjutkan kuliah di University of Texas, Austin. Dia menciptakan perusahaan bernama PC'S Limited dari kamar asramanya yang menjual komputer PC IBM. Foto: istimewa

Dia memutuskan drop out kuliah dan fokus mengembangkan bisnis setelah mendapat investasi USD 300 ribu dari keluarganya. Dell berperan besar dalam revolusi komputer PC di dekade 1990-an. Pada tahun 1985, PC'S Limited menciptakan komputer pertamanya bernama Turbo PC dan dijual senilai USD 795. Foto: istimewa

PC'S Limited mengiklankan Turbo PC di berbagai media dan menjualnya secara langsung pada konsumen. Konsumen pun bisa memilih berbagai opsi hardware di komputer yang dibeli. Perusahaan Michael itu mencapai sukses besar dan meraup pendapatan sampai USD 73 juta pada tahun pertama operasionalnya. Foto: istimewa

Pada tahun 1988, PC'S Limited berubah namanya menjadi Dell Computer Corporation dan mulai berekspansi secara global. Michael pun menapak pada masa kejayaannya sebagai pebisnis komputer ulung. Foto: istimewa

Dell perlahan-lahan jadi perusahaan komputer raksasa. Juni 1988, kapitalisasi pasar Dell tumbuh jadi USD 80 juta dari yang semula USD 30 juta. Tahun 1992, majalah Fortune memasukkan Dell Computer Corporation dalam daftar 500 perusahaan terbesar dunia. Dan Michael jadi CEO termuda sebuah perusahaan yang masuk Fortune 500. Foto: istimewa

Dari tahun 1997 sampai 2004, Dell menikmati pertumbuhan penjualan stabil dan mencaplok pangsa pasar pesaing. Sampai tahun 2001, Dell juga menjadi nomor satu soal kualitas dan layanan menurut laporan Consumer Reports. Dell berhasil melampaui Compaq sebagai produsen komputer PC terbesar di dunia pada tahun 1999. Namun pada tahun 2002, Compaq yang bergabung dengan HP kembali menyalip Dell. Foto: istimewa

Dell menikah dengan wanita Texas bernama Susan Lynn Lieberman in 1989. Mereka dikaruniai 4 orang anak dan jauh dari skandal ataupun gosip. Foto: istimewa

Michael Dell pun menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Kekayaan terakhirnya diestimasi senilai USD23,6 miliar atau di kisaran Rp 324 triliun. Dengan uang berlimpah, mudah saja bagi Michael membeli barang kesukaannya. Foto: istimewa

Dell terus masuk jajaran raksasa di industri komputer dunia. Namun kompetisi yang sangat berat membuatnya tidak lagi sejaya dahulu. Tahun 2011, Dell terlempar ke posisi ketiga produsen komputer terbesar dunia setelah disalip Lenovo. Foto: istimewa

Dell juga tak terlalu sukses dengan perangkat smartphone dan tablet PC. Padahal, kedua jenis perangkat ini dinilai sebagai masa depan dunia komputer. Di 11 Januari 2013, Michael Dell menyatakan Dell akan jadi perusahaan privat dan tidak lagi menjual saham ke publik. Dengan nilai pembelian 24,4 miliar, yang membuat mereka keluar dari bursa saham. Foto: istimewa

Tahun 2015, Dell bikin gebrakan dengan akuisisi EMC senilai USD 67 miliar atau Rp 902 triliun, aksi akuisisi terbesar sepanjang masa di jagat teknologi. Perusahaan baru hasil merger tersebut diberi nama Dell Technologies. Foto: istimewa

Dell punya cukup banyak properti mewah seperti rumah di atas. Ia antara lain mengendarai Porsche Carrera GT yang banderolnya mencapai USD 440 ribu. Foto: istimewa

Dell juga cukup banyak berkiprah di bidang filantropi bersama sang istri melalui yayasan Michael and Susan Dell Foundation. Yayasan ini bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan masalah keluarga. Foto: istimewa

Saat berkumpul bersama keluarganya yang merupakan salah satu kebahagiaan terbesar Dell. Keluarga ini cukup tertutup, seperti banyak keluarga kaya lain di Amerika Serikat. Foto: istimewa

Bersama sang anak bungsu, Juliette yang menggemari olahraga berkuda. Foto: istimewa

(/)