Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
FotoINET
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
FotoINET

Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Jakarta - Nokia yang tengah diakuisisi Microsoft, akhirnya harus mengakui kedigdayaan Android. Mobile World Congress 2014 di Barcelona, Spanyol, pun menjadi saksi sejarah kelahiran tiga ponsel Android pertamanya.
Stephen Elop, EVP Nokia Devices & Services, memulai presentasinya tepat pukul 8 pagi waktu setempat. Nokia memang sengaja mencuri start di saat kompetitornya masih terlelap dinginnya kota Barcelona.
Pada awal presentasinya, Elop pun mengumbar rencana strategi Nokia untuk menggarap ‘the next billion customer’. Apa saja caranya?
Maka diluncurkanlah dua seri Nokia Asha, 220 dan 230.
Keduanya memang diposisikan untuk pasar emerging market segment low entry yang baru pertama kali punya ponsel internet.
Harganya sangat murah. Cuma 29 euro dan 45 euro. Masih sangat terjangkau untuk negara-negara Asia, khususnya Indonesia.
Di seri Asha ini juga disematkan fitur cloud OneDrive yang bisa menyimpan file hingga 10 GB di internet.
Setelah memperkenalkan kedua ponsel low end itu, Elop sengaja mengulur waktu sampai akhirnya memperkenalkan Nokia X.
Nokia X adalah ponsel Android pertama Nokia yang ditargetkan untuk level pemula. Harganya juga cukup murah, cuma 89 euro atau berkisar Rp 1,4 jutaan dengan tambahan pajak dan lain-lain.
Harga segitu cukup lumayan mengingat jeroan Nokia X sudah mengandalkan prosesor dual core Snapdragon 200 dengan kecepatan clock 1 GHz dan RAM sebesar 512 MB.
Jika ingin spek RAM lebih tinggi, Nokia X+ yang punya 768 MB jadi jawabnya. Ponsel ini dibanderol 99 euro atau sekitar Rp 1,6 juta.
Secara spek, Nokia X+ tak jauh beda dengan Nokia X. Tapi di Nokia X+ ini juga disertakan micro SD berkapasitas 4 GB dalam paket penjualannya.
Untuk memori internal juga sama-sama hanya 4 GB, namun pengguna dapat meningkatkanya lewat slot micro SD hingga kapasitas 32 GB.
Nokia X dan Nokia X+ yang mengusung baterai 1500 mAh menawarkan kamera 3 MP. Sayangnya tak ada kamera depan.
Keluarga ketiga yang sengaja diperkenalkan terakhir dari rangkaian produk ini ialah Nokia XL.
Spesifikasinya juga kurang lebih sama, namun layarnya lebih besar ketimbang dua ponsel tadi. Layar ponsel ini punya lebar 5 inch. Cocok bagi yang suka layar besar untuk main game atau nonton film.
Ponsel ini selain punya kamera belakang 5 MP autofocus dengan flash, juga menawarkan kamera depan 2 MP. Cocok untuk para penikmat selfie, maupun yang hobi video call dengan Skype, atau bahkan video call dengan BlackBerry Messenger (BBM) yang sudah terinstal di dalamnya.
Harga Nokia XL ini cuma ditawarkan dengan harga 109 euro atau sekitar Rp 1,7 jutaan ditambah pajak dan lainnya. Sama halnya dengan seri X dan X+, di Nokia XL ini juga tersedia slot untuk dua kartu SIM Card.
Keluarga Nokia X ini dikatakan oleh Elop hanya sebagai pelengkap untuk mengisi kekosongan di segmen menengah. Untuk posisi premium masih diposisikan untuk seri Lumia.
Elop juga memastikan tak akan terjadi kanibalisme antara satu produk dan yang lainnya.
Kabar baiknya, Lumia juga akan terus ditekan lebih murah harganya. Sementara keluarga Nokia X juga dipastikan tak akan pernah lebih mahal dibanding Lumia.
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
Android, Pertaruhan Harga Diri Nokia
(/)




Hide Ads