Pekan ketiga babak Knockout Stage Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring sudah berakhir. Dua tim asal Indonesia berhasil mengamankan tempat di babak Grand Final.
Dua tim yang dimaksud ialah Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu. Untuk tiga wakil Indonesia lainnya, Onic, Evos Divine, dan Shadow Esports masih harus berjuang pada pekan terakhir untuk bisa meraih tiket partai puncak.
Sedangkan Bigetron by Vitality berhasil lolos ke Grand Final, karena sukses memuncaki klasemen pada pertandingan pertama pekan ketiga. Strategi double sniper besutan Chrisjo selaku pelatih, menutup laga saat itu dengan satu Booyah dan 59 poin eliminasi dengan total 98 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil pertandingan pekan ini menjadi salah satu jawaban kami untuk orang-orang yang meragukan kami bisa masuk ke Grand Finals atau tidak. Namun, hasil ini tentunya tidak boleh membuat kami berpuas diri karena tujuan tim adalah menjadi juara. Dengan waktu istirahat yang ada, kami akan berlatih dengan keras dan mempelajari calon tim lawan sebagai modal bertempur di Vietnam nanti, ujar Kapten Bigetron by Vitality, Rapik Hidayat alias Koja.
Lalu menyusul Sang Robot Merah, RRQ Kazu menjadi tim kedua dari Indonesia yang lolos ke Grand Final. Mereka berhasil meraup total 92 poin. Hasil tersebut membuat RRQ menjadi pemuncak klasemen dengan total 93 poin.
"Kerja sama tim yang luar biasa, kita bisa sama-sama bangkit dari dua game awal yang buruk untuk jadi peringkat satu di hari kedua. Terima kasih kepada semua anggota tim yang sudah memberi kepercayaan untuk bisa bermain bersama di momen krusial bagi tim," ujar pemain RRQ Kazu, Mufazzal Wafiy Zhafran alias Ranz.
Sementara Onic, Evos Divine, dan Shadow Esports akan kembali bertarung selama tiga hari, melawan sembilan tim lain yang juga belum lolos pada pekan keempat. Untuk bisa melaju ke Grand Final, mereka harus finish di peringkat enam besar saat pertandingan pada pekan keempat berakhir.
Pekan keempat akan berlangsung pada 15-17 Mei 2026. Selain menjadi babak eliminasi, pekan ini juga akan menentukan tim Indonesia yang terdegradasi ke turnamen nasional.
Tim Indonesia dengan peringkat terbawah di klasemen akhir otomatis turun kasta, terlepas dari berhasil lolos ke Grand Final atau tidak. Jika salah satu dari ketiga tim ini gagal masuk enam besar, sudah dipastikan mereka turun kasta ke Free Fire Nusantara Series (FFNS).
(hps/fay)