Situs yang 'dibungkam' tersebut adalah Malaysia Today (www.malaysia-today.net). Dalih pemblokiran situs yang sering mengkritik pemerintah ini adalah karena dinilai memuat komentar-komentar yang dapat menghasut masyarakat Malaysia yang multirasial.
Menteri Dalam Negeri Syed Hamid menyatakan telah memberikan peringatan kepada editor Malaysia Today, Raja Petra Kamaruddin, untuk mematuhi peraturan yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemblokiran ini dipercaya merupakan yang pertama kali dilakukan pemerintah terhadap situs non porno. Pihak oposisi menertawakan pemblokiran situs tersebut, dan menganggap ini merupakan salah satu penyalahgunaan kekuatan oleh pemerintahan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi.
Lim Kit Siang, pemimpin Partai Aksi Demokrasi yang merupakan aliansi dari Anwar Ibrahim, menilai hal ini bertentangan dengan janji pemerintah untuk menjamin kebebasan berinternet tanpa sensor.
Situs Malaysia Today tidak dapat diakses di Malaysia mulai hari Jumat ini. Namun, ada sebuah pesan yang mengarahkan pembaca ke sebuah situs, http://mt.harapanmalaysia.com/2008.
Ingin ngobrol seru tentang kebebasan berekspresi di dunia maya? Yuk gabung detikINET Forum!
(faw/ash)