Semuanya bermula ketika pada tahun 2004, Steve Jobs berpidato di Universitas Stanford bahwa meski tidak seorang pun ingin mati, tidak ada yang mampu menghindari maut.
Saat itu dia mengaku pada para lulusan Stanford bahwa tubuhnya terkena kanker pankreas dan kemungkinan akan segera meninggal dunia. Namun untungnya, seperti dilansir NewsFactor dan dikutip detikINET, Jumat (29/8/2008), sebuah operasi berhasil memulihkan keadaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lama ini, Jobs juga muncul dalam keadaan kurus dan pucat sehingga spekulasi soal kesehatannya mencuat. Apalagi Apple yang diwakili CFO-nya Peter Oppenheimer hanya memberi keterangan mengambang, yaitu bahwa Jobs senang dengan pekerjaannya di Apple dan masalah kesehatannya merupakan hal pribadi.
Sejak saat itu, para investor Apple tentu saja bertanya-tanya soal kondisi Jobs. Apalagi ada penilaian, Apple bakal ambruk jika Jobs meninggal dunia.
Menurut AM Sacchonaghi yang adalah analis ekonomi Amerika Serikat, keengganan Apple untuk menjelaskan kondisi Jobs secara gamblang tidak memuaskan para investor. Cepat atau lambat, misteri kesehatan Jobs kemungkinan harus segera diungkap untuk memuaskan semua pihak.
Bincang seru soal software Apple? Gabung segera di detikINET Forum! (fyk/ash)