Cellular News yang dikutip detikINET, Jumat (15/8/2008) mengatakan, seorang saksi mata melihat tiga orang bersenjata memaksa masuk ke kantor dekat base tranceiver station (BTS) tersebut di selatan Tagalog, Filipina.
Ketika ingin dicegah masyarakat setempat, pelaku malah balik mengancam dan berniat untuk meledakkan kantor tersebut. Sebelum mengaktifkan ledakan, pelaku meneriakkan 'Hidup NPA (New People's Army)' yang merupakan anggota sayap kiri Partai Komunis di Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian penyerangan terhadap Globe Telecom bukanlah kali ini saja terjadi. Sebelumnya BTS mereka juga pernah jadi sasaran penyerangan karena menolak membayar upeti yang disebut sebagai 'revolutionary taxes'.
Bahkan, tak hanya perusakan, kelompok ini juga tak segan-segan melakukan penculikan. Dua pekerja kontraktor yang sedang mengerjakan proyek bagi Globe Telecom saja pernah diculik pada bulan lalu ketika tengah memperbaiki BTS.
Mau curhat seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Masuk saja ke detikINET Forum.
(ash/fyk)