Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
IGOS Summit 2
Nuh: Open Source dan Proprietary Diharap Akur
IGOS Summit 2

Nuh: Open Source dan Proprietary Diharap Akur


- detikInet

Jakarta - Menkominfo M Nuh berharap agar software proprietary dan open source tak berperang lagi. Nuh mengimbau agar keduanya tak dipertentangkan lagi.

Selama ini, keberadaan software proprietary (berlisensi) dan software open source kerap dijadikan bahan tandingan. Pendukung dari masing-masing kubu sama-sama menggaungkan keunggulan.

Menurut Nuh, kehadiran software open source sebenarnya bukan untuk menghantam atau menyerang software proprietary. Yang penting, lanjut Nuh, masing-masing telah mengakui keberadaannya satu sama lain dan saling melengkapi sehingga keduanya dapat sinergis dan memberikan manfaat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Era perang dingin antara keduanya sudah usai, tak perlu diteruskan," tandas Nuh di acara IGOS Summit 2 yang digelar di JaCC, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (27/5/2008).

Sementara itu Menristek Kusmayanto Kadiman mengklaim tidak pernah memandang bahwa software proprietary merupakan batu sandungan bagi software open source. Kusmayanto berharap agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tidak hanya memakai software luar saja.

"Kalau misalkan dulu dianggap ada perang dingin, berarti perang itu sudah menuai sukses karena sudah banyak komunitas open source yang tumbuh saat ini. Yang paling bagus, dua-duanya bisa berjalan bersama di sekolah," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, disepakati penandatangan bilegal tentang penggunaan software legal oleh 18 departemen. Intinya adalah pemerintah tidak memaksakan penggunaan software harus proprietary atau open source, namun yang penting legal.

"Kalau dipaksakan takutnya nanti ada benturan, takutnya malah menimbulkan persoalan lain," kata Nuh lagi.


Mau pakai Open Source? Mampir dulu dong ke forum Linux & Open Source di detikINET Forum. (dwn/dwn)




Hide Ads