Demikian yang diungkapkan aktivis Teknologi Informasi (TI) Onno W. Purbo disela-sela IGOS Summit 2 yang digelar di JaCC, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (27/45/2008). "Dibutuhkan keberanian dari Depdiknas untuk melakukan itu. Tapi masalahnya sekarang Diknas sudah 'Microsoft sekali'," ujar Onno setengah berkelakar.
Di sisi lain Onno mengakui jika hal itu dilakukan memang butuh waktu yang tidak sebentar. Hal-hal seperti pelatihan untuk guru dan perubahan sistem yang selama ini dianut diakuinya tak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kemudian diikuti dengan adanya pengembang piranti lunak asal Indonesia yang berusaha memenuhi kebutuhan itu, Onno yakin akan timbul iklim kompetisi antara Open Source dan proprietary. "Kalau sudah begitu, tak sulit bagi Indonesia untuk 'menjajah' negara lain dalam pengembangan Open Source. Bangsa ini bisa 'menyerang' Afrika dan Asean," ujar Onno berapi-api.
Onno mengatakan peluang 'serangan' Open Source Indonesia adalah ke Afrika, beberapa negara Asean dan negara-negara Arab. Sedangkan negara asia lain yang saat ini sudah kuat dalam hal itu adalah Cina dan India. Kedua negara itu, tuturnya, bukan hanya besar dari sisi jumlah namun juga kuat dalam hal kualitas pengembangnya.
Mau pakai Open Source? Mampir dulu dong ke forum Linux & Open Source di detikINET Forum
(wsh/wsh)