Setidaknya demikian hasil survei yang diungkapkan perusahaan keamanan TI, SmoothWall, di Infosec Europe 2008 belum lama berselang. Survei tersebut melibatkan 1000 direktur perusahaan TI di Inggris.
Dalam laporannya, seperti dikutip detikINET dari Vnunet (29/4/2008), SmoothWall mengatakan bahwa hanya 11 persen perusahaan yang membolehkan karyawannya mengakses IM, tetapi tetap memantau konten dan penggunaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buat Kebijakan
Trades Union Congress pada tahun lalu mengimbau perusahaan untuk membuat kebijakan tentang tools jaringan sosial mana saja yang diperbolehkan diakses di kantor. Menurut mereka, memblokir layanan secara total hanya akan menuai protes.
Tom Newton, produk manajer di SmoothWall, mengatakan saat ini ada banyak tools yang bisa digunakan untuk mengawasi dan mengontrol trafik IM. "Ketakutan itu (dampak negatif IM-red) dapat dipahami, tetapi dengan memblokir akses secara total berarti kita tidak akan bisa mendapatkan keuntungan yang ditawarkan IM," katanya.
Menurut SmoothWall, cara terbaik mengontrol IM adalah dengan membuat kebijakan terkait hal-hal apa saja yang boleh dilakukan lewat IM, serta mewanti-wanti karyawan akan bahayanya.
Ingin berdiskusi seputar teknologi? Sampaikan di detikINET Forum. (dwn/dwn)