Salah satunya adalah dengan penggunaan chip sebagai alat pendeteksi. Dengan chip ini, virus influenza hingga virus flu burung yang terdapat di tubuh manusia dapat dideteksi dengan lebih mudah.
Alat ini diklaim mampu mengidentifikasi berbagai kelas patogen (penyebab penyakit) dan gen dengan tes diagnosis tunggal hanya dalam waktu dua jam. Sementara tes lain yang tersedia di pasaran hanya dapat mendeteksi satu bibit penyakit dalam sekali tes dan membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan hingga berminggu-minggu untuk mengetahui hasilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pengembangan chip ini memakan waktu lebih dari satu tahun dan telah melewati proses evaluasi secara ekstensif di Singapore's National University Hospital.
Selain itu, STMicro juga bekerja sama dengan Veredus Laboratories Singapura untuk terus mengembangkan aplikasi biomedis baru dengan berbasis pada chip STMicro untuk mendeteksi berbagai infeksi penyakit lainnya, seperti onkologi (kanker dan tumor) serta sakit jantung. (ash/ash)