Tentu saja penduduk jadi gelisah karena e-mail tersebut. Dalam e-mail tersebut, sang penjahat cyber menyatakan bahwa seseorang menyewa dirinya untuk membunuh si penerima e-mail. Namun pembunuhan dapat dibatalkan jika sang penerima e-mail mau membayar sejumlah uang.
Seperti dikutip detikINET dari Stuff, Selasa (11/3/2008), sang penjahat cyber juga memperingatkan penerima untuk tidak melakukan kontak apapun dengan aparat. Jika dilanggar, anggota keluarga lainnya juga terkena ancaman serupa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski cukup meresahkan, sang menteri mengimbau agar warga Selandia Baru tetap tenang dan tidak menanggapi e-mail penipuan ini. Pasalnya jika ditanggapi, kemungkinan pemerasan akan terus saja dilakukan oleh para pelaku. (fyk/dwn)