Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Catatan dari Polandia
Radio Wireless Ibarat Kucing
Catatan dari Polandia

Radio Wireless Ibarat Kucing


- detikInet

Krakow, Polandia - "Teknik menggunakan radio wireless ibarat kucing yang sangat panjang. Ekornya dipasang di New York, dan meow-nya terdengar di Los Angeles," demikian penjelasan Herbert Bauer (dari perusahaan Poynting Antennas, Afrika Selatan) ketika mulai pada presentasinya di acara Mikrotik User Meeting (MUM) di Krakow, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Herbert menjelaskan berbagai konsep mengenai penggunaan antena pada perangkat radio wireless. Jika diasumsikan bahwa kekuatan gelombang yang dipancarkan sama besar, maka bentuk dan besaran antena akan sangat berpengaruh. Makin besar antena, makin jauh pula gelombang dapat dipancarkan.

Sementara bentuk antena akan berpengaruh pada cakupan area. Makin lebar bukaan antena, makin pendek daerah yang terlayani. "Di sini bekerja hukum fisika yang tidak bisa kita bohongi. Hampir tidak mungkin membuat antenna yang bentuknya kecil, berjangkauan jauh, dan bukaan yang lebar," lanjut Herbert.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mikrotik User Meeting kali ini diadakan di Kota Krakow, Polandia, pada tanggal 28 dan 29 Februari 2008. Lebih dari 500 peserta dari berbagai belahan dunia hadir. Acara ini rutin diadakan oleh Mikrotik setiap 2 hingga 3 bulan sekali, dan mengambil tempat yang berbeda-beda. Biasanya, pada pengguna Mikrotik dari berbagai belahan dunia hadir untuk saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan jaringannya masing-masing.

Selain Johan, saya juga berkesempatan membawakan presentasi yang bertajuk Bridge melalui Jaringan Routing. Materi yang saya bawakan kali ini cukup teknis, yaitu mengenai fitur khusus yang dimiliki oleh Mikrotik, yaitu EoIP (Ethernet over Internet Protocol).

Awalnya saya kira minat peserta tidak terlalu besar atas materi ini, namun begitu saya selesai membawakan materi, cukup banyak peserta yang antri untuk minta konsultasi mengenai masalah yang dialami pada jaringan mereka, yang serupa dengan materi yang saya bawakan. Beberapa peserta merasa cukup puas, karena konsep yang saya terangkan kemungkinan bisa menyelesaikan masalah pada jaringannya yang telah dialami beberapa bulan terakhir ini.

Masih ada beberapa presentasi lainnya pada hari ini. Tomasz Reczek dari perusahaan ARTS-net (Polandia) menjelaskan penggunaan perangkat lunak Wiplanner dalam merancan sebuah jaringan wireless. Jan SedlΓ‘k dari (i4wifi a.s., Republik Ceko) menerangkan penggunaan Mikrotik untuk log data industri. Ada juga materi seputar membangun jaringan Hotspot yang global, yang memungkinkan pengguna layanan tersebut bisa menggunakan hotspot diberbagai titik hotspot di dunia, yang dibawakan oleh Martin Krug (FutureShop, Slovakia).

Pada bulan April mendatang, MUM dijadwalkan akan diadakan di Mumbai, India, dan bulan berikutnya di Chicago, Amerika Serikat. Yang menarik, Chief of Technology Officer Mikrotik, Arnis Riekstein mengungkapkan bahwa mereka merencanakan akan mengadakan acara serupa di Bali pada bulan Juni mendatang.

"Jumlah pengguna Mikrotik di Indonesia cukup besar dan berkembang dengan pesat, jauh melebihi negara-negara Asia Tenggara lainnya," ungkapnya di sela-sela mengikuti MUM hari pertama ini. Arnis berharap, pada MUM di Bali nanti, jumlah peserta yang mengikuti bisa lebih dari 200 orang. Berminat ?


Keterangan foto:
Herbert Bauer (dari perusahaan Poynting Antennas, Afrika Selatan) menjelaskan konsep-konsep antena wireless pada acara Mikrotik User Meeting di Krakow, 28 Februari 2008. (Foto oleh: Valens Riyadi)



* Penulis adalah pengamat dan pelaku di bidang teknologi informasi (TI). Penulis saat ini juga aktif di Yayasan Air Putih.Β  (dwn/dwn)





Hide Ads